16.000 Personel Gabungan TNI-Polri Akan Kawal Dan Amankan Aksi Mujahid 212
Instagram
Nasional

Puluhan ribu personel gabungan dari TNI-Polri akan dikerahkan demi mengamankan situasi terkait aksi 'Mujahid 212 Selamatkan NKRI' di sejumlah wilayah di Jakarta.

WowKeren - Puluhan ribu personel gabungan telah diturunkan di sejumlah ruas Jakarta demi mengamankan situasi terkait adanya Aksi Mujahid 212. Aksi massa yang bertajuk "Mujahid 212 Selamatkan NKRI" akan diadakan di Istana Negara pada hari ini Sabtu (29/9).

Aksi ini diikuti sejumlah organisasi masyarakat yaitu Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) serta beberapa ormas Islam lainnya. Massa akan menggelar aksi mujahid 212 dengan berkumpul di Bundaran HI pada pukul 08.00 WIB yang akan dilanjutkan dengan long march menuju kawasan Monas atau di depan Istana Negara.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan jika sebanyak 16.000 personel gabungan TNI dan Polri akan dikerahkan untuk mengawal dan mengamankan situasi terkait aksi "Mujahid 212 Selamatkan NKRI". Pihaknya juga mengaku telah menerima surat pemberitahuan terkait aksi massa tersebut.

"Jumlah personel pengamanan yang disiapkan 16.000," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono pada Sabtu (28/9). "Sudah ada surat pemberitahuannya kepada kami."


Sementara itu dari Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan jika pihaknya telah menurunkan sebanyak 342 personel untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi mujahid 212. Lebih lanjut, pihak kepolisian juga belum mengatur pengalihan lalu lintas karena sejauh pantauan aksi masih terlihat kondusif.

"Ada 342 polantas dan situasi masih kondusif," jelas Muhammad Nasir. "Alih arus dilaksanakan secara situasional sesuai situasi lalu lintas. Saat ini hanya dilaksanakan penjagaan dan pengaturan oleh Polantas (Polisi Lalu Lintas)."

Aksi Mujahid 212 ini sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah terkait beberapa permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia. Ketua Panitia "Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI" Ustaz Edy Mulyadi mengatakan jika aksi unjuk rasa ini akan memprotes kinerja pemerintah terkait beberapa permasalahan seperti aksi represif aparat keamanan kepada mahasiswa yang melakukan demo sehingga menimbulkan banyak korban, kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan bagi Indonesia yang lebih baik bagi NKRI yang berdaulat, yang kokoh dan berdaulat," jelas Edy Mulyadi pada Jumat (27/9). "Bagi NKRI yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait