Putra Aristides Katoppo, Jura Katoppo, mengaku tidak tahu pasti penyebab kematian ayahnya. Namun diketahui, kondisi jantung jurnalis senior tersebut memang sudah melemah selama beberapa tahun terakhir.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 30 September 2019 - 08:09 WIB
WowKeren - Kabar duka datang dari dunia jurnalis Indonesia. Wartawan senior Aristides Katoppo telah meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat pada Minggu (29/9) siang.
Kabar mengenai meninggalnya pria yang akrab disapa Tides tersebut diketahui melalui cuitan di linimasa Twitter. Kebenaran informasi ini juga telah dikonfirmasi oleh anak Tides, Jura Katoppo.
"Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, eks wartawan senior Sinar Harapan/Suara Pembaruan dan pendiri AJI (Aliansi Jurnalis Independen) *Aristides Katoppo*," tulis akun @fadjroeL melalui cuitan di Twitter. "Pada hari Minggu 29 September 2019, sekitar pk 12:05. (Info dr Ign Haryanto)."
"Iya (Tides meninggal dunia)," kata Jura dilansir dari Kompas, Senin (30/9). "Tadi jam 12:05 WIB di RS Abdi Waluyo."
Jura menuturkan bahwa penyebab kematian ayahnya tidak diketahui secara pasti. Namun yang jelas, kondisi jantung salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) tersebut memang melemah selama beberapa tahun belakangan.
"Meninggalnya tidak tahu kenapa, tapi dia kan memang jantungnya sudah lemah," jelas Jura. "Boleh dibilang beberapa tahun terakhir dia sudah gagal jantung kanannya, klepnya sudah tidak berfungsi dengan baik."
Aristides merupakan mantan wartawan senior Sinar Harapan atau Suara Pembaruan. Dikutip dari laman Sinarharapan.net Aristides Katoppo adalah salah satu orang penting di balik koran Suara Indonesia.
Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo menilai bahwa Arstides merupakan sosok yang kuat. "Aristides Katoppo, di mata saya adalah seorang wartawan sejati. Kebandelan, kenakalan, keisengan yang dibuatnya adalah keisengan seorang jurnalis yang tak bisa diam dan selalu resah melihat keadaan nasib orang-orang di sekitarnya," tulis Stanley.
(wk/zodi)