Pasca-Orde Baru tumbang, kebenaran akan isi cerita film G30S/PKI menuai perdebatan. Beberapa adegan dinilai tidak akurat dan cenderung menuai kritik serta kontroversi.
- Sep 30, 2019
WowKeren - Salah satu adegan yang paling banyak diingat khalayak dari film itu adalah "pesta besar" di Lubang Buaya lengkap dengan tarian-tarian erotis para aktivis Gerwani. Menurut penelitian Saskia Elionora Wieringa, sejatinya penggambaran itu merupakan sebentuk propaganda yang dilakukan oleh media-media cetak milik tentara yakni Berita Yudha dan Harian Angkatan Bersenjata.
Dalam penelitian yang kemudian dibukukan berjudul "Penghancuran Gerakan Perempuan di Indonesia", Saskia mengungkapkan bahwa Gerwani sendiri rupanya tidak terlibat langsung dalam tragedi tersebut meskipun diketahui punya kaitan yang sangat dekat dengan PKI.
Dalam kesaksian Suharti, salah satu mantan anggota Gerwani yang dituliskan Saskia, Gerwani sejak awal 1965 memang sering berada di Lubang Buaya bersama sejumlah organisasi pemuda lain. Termasuk pemuda Nahdlatul Ulama (NU), Perwari, Wanita Marhaen, Wanita Islam dan Muslimat, untuk pelatihan dalam rangka persiapan konfrontasi dengan Malaysia.
Begitu pula dengan kesaksian Serma Bungkus, mantan anggota Resimen Tjakrabirawa yang penculik para jenderal. Dalam buku "Antara Fakta dan Rekayasa: Berdasarkan Kesaksian Para Pelaku Sejarah", Bungkus menyatakan bahwa tidak ada tarian atau pesta yang diiringi nyanyian-nyanyian di Lubang Buaya.
(wk/putr)