Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Guntur Laupe mengangkat Dicky Wahyudi sebagai anak angkatnya. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kelalaian yang menyebabkannya terlindas mobil barakuda polisi saat berdemo, Jumat (27/9).
- Wahyu
- Senin, 30 September 2019 - 09:28 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, seorang mahasiswa yang ikut dalam aksi demo di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban terlindas mobil taktis barakuda milik polisi yang saat itu tengah melaju kencang pada Jumat (27/9) lalu. Beruntungnya, keempat rekan si korban segera menolong dan menyelamatkannya untuk di bawa ke mal terdekat.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Guntur Laupe, lantas menjelaskan insiden tersebut. Ia mengakui bahwa ada anggotanya yang mengendarai Barakuda secara tak sengaja menabrak mahasiswa peserta demo.
Tak hanya itu, Irjen Pol Guntur Laupe pun akhirnya menjadikan korban yang bernama Dicky Wahyudi itu sebagai anak angkatnya. Hal ini dilakukannya sebagai rasa tanggung jawabnya atas kejadian terlindas tersebut juga karena Dicky adalah harapan keluarganya.
"Mulai hari ini saya angkat menjadi anak angkat saya, sampai saya meninggal itu menjadi anak angkat saya,” ucapnya saat mendampingi Gubernur Sulsel menjenguk Dicky Wahyudi di RS Ibnu Sina Makassar, Minggu (29/9). Menurut penjelasan Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah, Dicky adalah anak tunggal di keluarganya.
"Tadi dia diberi semangat oleh Pak Kapolda," jelas Nurdin Abdullah seperti dilansir dari Antara. "Pak Kapolda sudah menyatakan menjadikan anak itu (Dicky Wahyudi) menjadi angkat Pak Kapolda."
Lebih lanjut Gubernur Sulsel itu menjelaskan terkait kedatangannya menjenguk Dicky adalah untuk meyakinkan jika seluruh biaya rumah sakit dari mahasiswa semester tiga Fakultas Hukum, Universitas Bosowa (Unibos) itu akan ditanggung. "Pak Kapolda sudah janji, tadi bukan hanya menyelesaikan studi tapi sampai dia bekerja, supaya bisa membantu ekonomi keluarga,” ujarnya. "Demikian juga dengan segala biaya rumah sakit dan sebagainya yang akan ditanggung (oleh Kapolda)."
Sebelumnya, Kapolda Sulsel telah menyatakan jika tak ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Guntur mengaku bahwa anggotanya yang berada dalam mobil taktis kala itu hanya berupaya untuk membubarkan massa.
"Sama sekali tidak ada kesengajaan. Hanya tertabrak saja," jelas Guntur di Makassar pada Sabtu (28/9). "Rantis (kendaran taktis) sama sekali tidak mengejar, hanya mendesak mundur (demonstran). Makanya itu dikasih lampu sirine, rotator dengan harapan (massa) mundur."
(wk/wahy)