Peringati G30S/PKI, PKS Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Twitter/PKSJATIM
Nasional

Peristiwa G30S/PKI atau Gestapu merupakan salah satu sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia. Sejumlah petinggi militer harus meregang nyawa dalam sebuah upaya kudeta oleh PKI.

WowKeren - Hari ini, 30 September, 54 tahun yang lalu, merupakan salah satu hari paling kelam di Indonesia. Pasalnya pada tanggal yang sama di tahun 1965, sejumlah petinggi TNI harus meregang nyawa di tangan antek-antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mereka dibunuh dalam suatu usaha kudeta oleh salah satu partai komunis terbesar di dunia itu. Lalu jenazah para pahlawan revolusi itu dibuang ke suatu lokasi yang dikenal sebagai Lubang Buaya di Pondok Gede, Jakarta.

Indonesia pun kerap memperingati hari tersebut lewat berbagai upaya. Salah satunya mengibarkan bendera setengah tiang, seperti yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur ini.

Lewat cuitannya pada Senin (30/9) pukul 08.01 WIB, PKS Jatim mengajak warganet untuk turut memperingati hari G30S/PKI dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Mereka pun meminta agar warganet mendoakan korban serta pahlawan revolusi.

"Peringatan G 30 S/PKI. Kibarkan bendera setengah tiang. Do'akan korban dan pahlawan revolusi," tulis PKS Jatim.

Peringati G30S/PKI, PKS Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Twitter


Dalam cuitannya, PKS pun turut membagikan infografis untuk mengingatkan kembali dampak berkembangnya ideologi komunisme di Indonesia. Mereka juga menyuarakan tagar #BahayaPKI dalam kesempatan tersebut.

"G30S/PKI adalah sejarah kelam pengkhianatan kepada Republik Indonesia," tulis PKS dalam salah satu infografisnya. "Korban jiwa, keterbelahan sebagai bangsa, ketidakpercayaan antar unsur anak bangsa, semuanya mewarnai peristiwa G30S/PKI."

"Mari berdo'a untuk para korban kebiadaban G30S/PKI," imbuh PKS di infografis selanjutnya. "Mari berdo'a agar bangsa kita selalu selamat dari rongrongan komunisme."

Di sisi lain, peristiwa G30S/PKI diketahui menewaskan enam perwira tinggi militer. Keenamnya adalah Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI Raden Suprapto, Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan, dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo.

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution, yang menjadi sasaran utama, justru selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya, Ade Irma Suryani Nasution dan ajudannya, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean harus meregang nyawa dalam peristiwa berdarah itu.

Selain mereka, ada tiga orang lain yang turut menjadi korban. Jenazah seluruh korban lantas dibuang ke suatu lokasi yang dikenal sebagai Lubang Buaya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts