Cegah Ikut Demo 30 September, KPAI Minta Ortu Jemput Anak ke Sekolah
Nasional

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar pihak sekolah juga berkoordinasi dengan wali kelas guna memastikan bahwa peserta didik mereka langsung pulang ke rumah, bukan mengikuti demo.

WowKeren - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau para orang tua untuk mengantar dan menjemput anak-anaknya ke sekolah pada hari ini, Senin (30/9). Hal tersebut untuk mencegah agar siswa tidak ikut demo besar-besaran yang akan digelar hari ini.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menuturkan bahwa keputusan itu merupakan bentuk tindak lanjut dari pengaduan yang diterima oleh pihaknya pagi tadi. "Pada pukul 08.00 WIB pagi tadi, KPAI juga mendapatkan pengaduan melalui aplikasi WhatsApp terkait 119 daftar SMK diduga berada di wilayah kewenangan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten," kata Retno, Senin (30/9).

Aksi demo dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan anak. Oleh sebab itu, ia ingin agar para orang tua bisa mengedepankan keselamatan anak dengan turut serta mencegah anak mereka ikut demo yang berpotensi rusuh tersebut.

"Terkait hal tersebut, maka dengan ini KPAI mengajak bapak/ibu untuk segera mengambil tindakan-tindakan pencegahan," tutur Retno. "Agar anak-anak kita tidak ikut aksi yang berpotensi rusuh dan membahayakan keselamatannya."


Tak hanya ke orang tua, Retno mengatakan bahwa KPAI juga telah meminta agar pihak sekolah SMA/SMK berkoordinasi dengan para wali kelas. Hal ini untuk memastikan bahwa peserta didik mereka telah pulang ke rumah masing-masing, bukan untuk mengikuti demo.

"Kami mengimbau agar Kepsek berkoordinasi dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan seluruh wali-wali kelas agar melakukan komunikasi dengan orangtua siswa melalui WA grup-grup orangtua," jelas Retno. "Untuk mengecek keberadaan siswa dan memastikan para siswa pulang ke rumah masing-masing."

Dalam demo sebelumnya, diketahui bahwa sejumlah pelajar kelas menengah ikut meramaikan aksi demo yang digelar di depan gedung DPR pada Rabu (25/9). Massa yang sebagian menggunakan seragam OSIS dan pramuka ini tidak hanya menyanyikan yel-yel, tetapi juga menaiki pagar, memblokade jalan, melempar batu, hingga menyerang aparat keamanan. Tak hanya itu, tak sedikit dari pelajar tersebut yang mengalami luka-luka hingga harus dirawat di rumah sakit usai demo berujung kericuhan.


.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait