AJI Ingatkan Media Agar Tidak Vulgar Dalam Beritakan Kerusuhan Wamena
Instagram
Nasional

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memperingatkan para media agar berhati-hati dan tidak memberitakan situasi kerusuhan yang terjadi di Wamena secara vulgar.

WowKeren - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengutuk keras kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua pada Senin (23/9). Aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah warga Papua di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya lalu berakhir dengan kerusuhan yang memakan banyak korban jiwa.

Aksi unjuk rasa ini berakhir dengan anarkis setelah para demonstran membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN dan beberapa kios usaha masyarakat. Kerusuhan ini juga telah membuat puluhan nyawa melayang akibat kerusuhan. Hingga kini tercatat kerusuhan Wamena telah menewaskan sebanyak 33 orang.

Mayoritas korban tewas diketahui berasal dari warga Papua pendatang. Dari 33 orang jumlah korban yang meninggal, sembilan diantaranya merupakan perantau yang berasal dari Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Mereka meninggal akibat perilaku kejam dan tidak beradab dari para demonstran dalam kerusuhan berdarah tersebut.


AJI lantas mengutuk keras perbuatan yang dilakukan sejumlah oknum sehingga melayangkan nyawa orang lain dalam proses menyampaikan pendapat. AJI kemudian mengimbau agar para media berhati-hati untuk menulis pemberitaan seputar kerusuhan yang terjadi di Wamena agar tidak memicu gejolak kerusuhan lagi melalui sumber-sumber yang belum dipastikan.

"Kita tentu sedih dan bersimpati kepada korban, apalagi kondisi keamanan belum terjamin di Wamena," kata Ketua AJI Padang Andika D Khagen dalam keterangan pers di Padang pada Sabtu (28/9). "Tapi kita perlu mengingatkan media, hati-hati dalam pemberitaan."

Ketua AJI Padang juga menyampaikan jika pihaknya telah melihat sejumlah laporan terjadinya pertikaian antara sekelompok penduduk lokal dengan pendatang di Wamena. Meskipun begitu, Andika mengingatkan media terkait penyajian berita secara terang-terangan tentang unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) perlu lebih diperhatikan agar tidak memperkeruh suasana.

Menurut AJI Padang, pemberitaan media yang terlalu vulgar dapat membuat kondisi semakin parah dengan menciptakan amarah publik terkait situasi Wamena. Saat ini, media diharapkan dapat berpartisipasi dalam menciptakan kondisi yang tenang dalam pemberitaan agar situasi di Wamena berangsur kondusif seperti sediakala.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait