Meski Sempat Jatuh Korban, IMM Tetap Dukung Kadernya Ikut Aksi Gejayan Memanggil Jilid 2
Nasional

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yogyakarta tidak melarang kadernya untuk mengikuti aksi #GejayanMemanggil2 pada hari ini, Senin (30/9). Meski begitu pihak IMM juga tetap fokus untuk mengawal kasus meninggalnya 2 rekan mereka di Kendari.

WowKeren - Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali digelar pada Senin (30/9). Bertajuk #GejayanMemanggil Jilid 2 para mahasiswa akan kembali meneriakkan tuntutannya terkait kondisi bangsa ini.

Diketahui aksi #GejayanMemanggil2 ini tak hanya digelar di di Ibu Kota, tepatnya di Gedung Parlemen namun juga digelar di Yogyakarta. Sama seperti aksi sebelumnya, demo kali ini juga menolak sejumlah kebijakan kontroversial pemerintah, seperti UU KPK, RKUHP, dan RUU bermasalah lain.

Digelarnya aksi unjuk tersebut membuat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku jika pihaknya tidak akan melarang kader-kadernya untuk berdemo. Meskipun saat ini IMM juga masih fokus untuk mengawal kasus meninggalnya 2 rekan mereka yang meninggal saat melakukan demonstrasi di Kendari.

Hal ini dikarenakan aksi Gejayan Memanggil Jilid 2 ini adalah egaliter di mana berbasis kampus dan menanggalkan organisasi masing-masing, maka secara institusi atau secara organisasi, IMM menyatakan tidak terlibat. "Tetapi IMM tidak melarang kader-kadernya untuk ikut. Bahkan IMM mendorong anggotanya untuk ikut aksi unjuk rasa esok hari secara pribadi dan basis kampus masing-masing," ujar Imam, Minggu (29/9).


Lebih lanjut, Imam menerangkan jika pada aksi #GejayanMemanggil yang pertama kali kemarin, UMY adalah salah satu kampus yang memberikan massa cukup banyak. Maka dalam hal ini, DPD IMM Yogyakarta mendukung kadernya secara individual untuk mengikuti unjuk rasa berbasis kampus masing-masing.

Namun, Imam masih belum mengetahui jumlah pasti dari anggota IMM secara keseluruhan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun jika kader IMM yang berada hampir di seluruh kampus di Yogyakarta dapat diperkirakan jika jumlahnya mencapai ribuan.

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dhofiri, menandaskan selama aksi unjuk rasa disampaikan dengan cara-cara berpendidikan, terpelajar, dan berbudaya sesuai dengan slogan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, pihaknya akan memfasilitasi aksi tersebut.

Ahamd juga mengingatkan jika saat ini Yogyakarta telah menjadi panutan daerah lain. "Selama ini aksi di DIY selalu kondusif. Oleh karena itu, jagalah kondusifitas itu," ujarnya.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait