Benny Wenda Buka Suara Pasca Diusir dari Sidang PBB
Instagram
Nasional

Benny Wenda menyamakan perjuangannya untuk membawa isu Papua ke PBB selayaknya Palestina. Kendati demikian ia mengaku niatnya itu tak akan mudah terlaksana.

WowKeren - Tokoh separatis Papua, Benny Wenda, diketahui mencoba "menebeng" pada delegasi Vanuatu agar bisa bergabung di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan lalu. Namun usahanya itu dimentahkan oleh panitia acara lantaran hanya warga Vanuatu-lah yang berhak menjadi delegasi negara tersebut.

Sempat bungkam, Ketua United Liberation Movement for West Papua itu akhirnya angkat bicara. Benny menyamakan perjuangannya di berbagai forum PBB seperti yang dilakukan Palestina.

Menurutnya ia hanya ingin Presiden Joko Widodo menyepakati pelaksanaan referendum untuk rakyat Papua. Oleh karena itu, ia memerlukan bantuan diplomatik dari negara lain dan usahanya di forum PBB adalah untuk hal tersebut. Kendati demikian ia tak menampik usahanya tak melulu berjalan mulus serta pasti membutuhkan waktu yang panjang.

"Tujuan saya yaitu agar PBB memeriksa situasi di Papua," tuturnya dalam wawancara dengan salah satu media Timor Leste. "Yang diduduki secara ilegal oleh Indonesia."

Ketika ditanya apakah perjuangannya membuahkan dukungan dari negara-negara anggota PBB, Benny tak menjawab gamblang. Ia hanya mengaku perjuangannya meraih kemerdekaan Papua tak bisa dicapai dalam tempo singkat.


"Kami terus berjuang karena pembunuhan, penangkapan, penahanan, rasisme, dan diskriminasi masih terus berlangsung," katanya. "Saya hadir di sini, di markas PBB. Lobi yang kami lakukan membutuhkan waktu yang panjang."

"Tapi ini sama seperti perjuangan orang Palestina. Mereka selalu datang ke sini dan mengajukan permasalahan mereka," imbuhnya, dilansir dari laman Tribun Medan, Selasa (1/10). "Kami melakukan hal yang sama."

Menurutnya, upayanya mulai menemui titik terang. Pasalnya ia mengakui telah mengantongi dukungan dan perhatian dari Forum Kepulauan Pasifik (PIF) serta Melanesian Spearhead Group (MSG).

Lebih lanjut, ia pun menegaskan kembali niatannya, yakni meminta Presiden Jokowi menyepakati referendum untuk masyarakat Papua. Benny lantas meminta agar Jokowi belajar dari Papua Nugini dan Prancis yang telah menggelar referendum beberapa waktu lalu.

"Saya ingin Presiden Indonesia dan saya sepakat untuk bersama-sama menandatangani kesepakatan menggelar referendum," pungkasnya. "Kalau memang Presiden Jokowi yang benar, tentunya rakyat Papua akan memilih dia. Tapi jika mereka ingin memilih saya dan kemerdekaan, tentunya hal itu sangat baik."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait