Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan bahwa kerusuhan terjadi di Wamena terjadi akibat masyarakat yang mudah percaya akan berita hoaks yang tersebar di media sosial.
- Wahyu
- Selasa, 01 Oktober 2019 - 14:50 WIB
WowKeren - Usai demonstrasi di Papua akibat peristiwa rasisme di Surabaya padam, beberapa hari kemudian kerusuhan kembali terjadi di Wamena, Papua. Kerusuhan tersebut memakan banyak korban dan menyebabkan ribuan masyarakat harus dievakuasi. Saat ini kerusuhan tersebut sudah mulai mereda.
Melihat situasi tersebut, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw kemudian mengadakan diskusi dengan para tokoh adat, pemuka agama dan pejabat daerah Sentani, Papua. Diskusi tersebut bertujuan untuk memperkuat keterpaduan antar-elemen masyarakat untuk melawan berita hoaks. Hal ini dilakukan untuk menjaga kedamaian di Papua usai kerusuhan di Wamena dan sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Paulus mengatakan bahwa pemicu serangkaian kerusuhan yang terjadi di Papua adalah informasi hoaks di media sosial. Ia pun membahas tentang isu rasisme yang terjadi di Surabaya beberapa waktu lalu.
"Sekarang luar biasa karena dampak dari perkataan rasis yang dilemparkan di Surabaya tanggal 15 Agustus kalau tidak salah, itu merangkai dari Malang kemudian tanggal 17 (Agustus) terjadilah viral berita hoaks itu, berita yang menghebohkan," kata Paulus di Hotel Greenalison, Sentani, Papua, Selasa (1/10). "Sekarang kita rasakan dampaknya."
Paulus mengatakan bahwa kerusuhan tersebut mengakibatkan sekitar 3 ribu mahasiswa Papua pulang ke kampung halamannya masing-masing. Hal ini karena mereka merasa tidak nyaman tinggal di sana saat terjadi kerusuhan.
"Katanya sekitar itu 3.000 kalau tidak salah, mereka sekarang sebagian ada yang berkumpul di sekitar Sentani, ada juga yang sudah kembali ke kampung halaman masing-masing," ujar Paulus yang dilansir oleh Kumparan. "Ini salah satu dampak berita di medsos yang luar biasa."
Ia kemudian berpendapat bahwa untuk menyelesaikan konflik di Papua, diperlukan kerjasama dari seluruh pihak dan masyarakat. Paulus pun mengharapkan supaya pemerintah dan seluruh elemen masyarakat bekerjasama untuk mengakhiri konflik ini.
"Di sini saya mau tantang apakah saudara-saudara adalah tokoh yang memang kita harapkan untuk berperan meluruskan berbagai berita (hoaks)," tutur Paulus kepada peserta diskusi tersebut. "Apakah yang akan dilakukan akan diterima generasi dibawah kita? Itu pertanyaannya."
(wk/wahy)