Dalam video berdurasi 23 detik itu terlihat aparat keamanan yang mengepung ambulans. Tindakan represif semacam ini bukanlah yang pertama kali terekam selama pengamanan demo beberapa waktu belakangan.
- Elvariza Opita
- Selasa, 01 Oktober 2019 - 16:29 WIB
WowKeren - Media sosial sempat dibuat heboh dengan video aksi anarkis aparat keamanan dalam demonstrasi Senin (30/9) lalu. Dalam video tersebut terekam oknum kepolisian yang menembakkan gas air mata ke arah mobil ambulans.
Menanggapi video viral tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, pun angkat bicara. Menurut Dedi, video tersebut memang sengaja direkam dan diviralkan oleh sekelompok orang yang ingin memperburuk citra polisi. Tindakan ini juga dipicu keinginan untuk memanaskan situasi.
"Diviralkan, dibuat narasi, upload di media sosial, membakar lagi masyarakat, mengagitasi masayrakat," ujar Dedi kala dijumpai di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (1/10). "Saya rasa masyarakat sudah semakin cerdas."
Lebih lanjut, Dedi menuturkan bahwa pola ini sama dengan video-video viral lain yang sudah beredar di media sosial. Video seperti rekaman anggota kepolisian yang mengejar demonstran rusuh sampai ke dalam tempat steril seperti pusat perbelanjaan, tempat ibadah, kampus, dan sebagainya.
"Rekan-rekan sudah paham betul lah. Mereka selalu memprovokasi petugas, masuk rumah sakit, masuk ambulans, tempat ibadah, merusak fasilitas publik. Nanti ketika polisi masuk ada bagian yang memviralkan," jelasnya, dilansir oleh Suara. "Sudah ada membuat videonya, sudah ada bagian yang memfoto. Itu sudah ada tugasnya masing-masing kelompok itu."
Kendati demikian, Dedi mengaku belum mendapat keterangan pasti dari petugas di lapangan terkait kronologi peristiwa tersebut. Namun narasi yang beredar di masyarakat cenderung menyalahkan aparat yang dinilai bersikap represif terhadap paramedis.
Kisah paramedis yang diserang tak hanya terjadi sekali ini. Sebelumnya, posko evakuasi di Universitas Atma Jaya juga dikabarkan diserang dengan gas air mata oleh aparat.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian pun memberikan penjelasan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menyatakan bahwa pihaknya tak berniat untuk menembakkan gas air mata ke posko kesehatan tersebut.
"Mungkin polisi refleks karena melihat massa berlarian ke sana," ujar Argo, Selasa (1/10). "Polisi tidak bermaksud menembak gas air mata ke arah posko farmasi Atma Jaya."
(wk/elva)