Ada Buronan Hingga Anak SD, Polisi Ciduk Ratusan Perusuh 30 September
Nasional

Kebanyakan dari perusuh itu merupakan demonstran bayaran. Mereka mengaku dibayar dengan sejumlah uang untuk memperkeruh situasi unjuk rasa di sekitar Gedung Parlemen pada Senin (30/9) kemarin.

WowKeren - Aparat Polres Metro Jakarta Utara diketahui menangkap ratusan orang terkait aksi unjuk rasa di sekitar Gedung Parlemen pada Senin (30/9). Pasalnya aksi hari itu diakhiri dengan kerusuhan besar. Tercatat sebanyak 173 orang diamankan dalam peristiwa tersebut.

Selain meringkus seorang petugas keamanan yang menyamar sebagai pelajar, kepolisian juga mengamankan sejumlah oknum demonstran bayaran lainnya. Mulai dari seorang nelayan buronan hingga dua anak sekolah dasar.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto. Budhi menyebut sosok nelayan yang diciduk oleh pihaknya ternyata merupakan buronan Polsek Cilincing atas kasus dugaan penganiayaan.

"Satu orang mengaku nelayan, dia mengaku dibayar juga ternyata," ujar Budhi, Selasa (1/10). "Dia DPO dari Polsek Cilincing, kasus penganiayaan."

Tak hanya itu, Budhi menjelaskan pihaknya juga mengamankan dua anak di bawah umur yang terlibat kerusuhan tersebut. Tak tanggung-tanggung, kedua bocah itu masih berusia belasan tahun.


"Kami amankan ada dua anak SD umur 11 dan 12 tahun," kata Budhi, dikutip dari Suara. "Kalau yang tadi pagi mereka kan sudah aksi demo di sana, mereka sudah demo Cikampek-Sumedang dan lain-lain."

"Dari keterangan mereka juga sama. Informasinya mereka akan dibayar di sana," imbuhnya. "Setelah di sana nyari orang yang mau bayar nggak ketemu. Akhirnya mereka balik."

Hingga berita ini ditulis, sebagian dari ratusan orang yang diringkus tersebut sudah dipulangkan pasca keluarga masing-masing datang menjemput. "Yang masih di Polres 59 plus beberapa orang yang kemarin diamankan. Sebagian besar sudah dijemput. Yang kemarin masih sisa tiga orang," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut puluhan orang tertangkap menyamar sebagai pelajar saat terjadi kerusuhan. Para pelaku itu mengaku dibayar sebesar Rp 40 ribu untuk memperkeruh situasi saat unjuk rasa berlangsung.

"Anak-anak tersebut isi tatoan semuanya dan mereka dibayar bervariasi antara 20-40 ribu," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (1/10) siang. "Dan sudah disiapkan juga bom molotov yang dipersiapkan oleh mereka dalam rangka memang menciptakan demo yang damai itu menjadi demo yang rusuh."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait