Istana Sebut TNI Dan Polri Jaga Keamaan Di Wamena Usai Kerusuhan
Nasional

Istana mengatakan jika saat ini Pemerintah Indonesia telah menjamin keamanan bagi seluruh warga Wamena dengan menurunkan TNI-Polri untuk terus berpatroli.

WowKeren - Pihak Istana telah memberikan jaminan keamanan kepada warga Wamena usai kerusuhan berdarah yang terjadi pada Senin (23/9) lalu. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan jika saat ini aparat keamanan telah ditugaskan untuk menjaga daerah Wamena, Papua.

Pramono Anung menjelaskan jika saat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus melakukan patroli demi memastikan kemananan dan suasana kondusif di Wamena. "Sekarang ini kan baik Polri maupun TNI sudah melakukan patroli di sana untuk itu," kata Pramono di kantornya, Jakarta pada Rabu (2/10).

Pramono juga mengatakan jika sebaiknya warga Wamena tetap tinggal di daerah pegunungan tengah tersebut. Presiden Joko Widodo juga sebelumnya telah mengimbau agar para warga sebaiknya tidak perlu meninggalkan Wamena karena situasi sudah berangsur-angsur kondusif.

Presiden Jokowi juga telah meminta Gubernur Papua Lukas Enembe dan menteri untuk segera membantu warga Wamena dengan mengganti kerugian serta berupaya menghilangkan rasa takut masyarakat akibat kerusuhan berdarah tersebut. "Tetapi sejauh ini sekali lagi bahwa presiden meminta warga tidak meninggalkan Wamena," jelas Pramono.


Pramono Anung sendiri menjelaskan jika kerusuhan yang terjadi di Wamena disebabkan oleh ulah gerombolan bersenjata yang turun dari gunung lalu menyerang sejumlah warga. Kelompok bersenjata itu diduga memiliki kepentingan tersendiri setelah keinginan mereka yang juga dibahas pada sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat tidak terwujud.

Kini Presiden Jokowi telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk menangkap dan menindak tegas gerombolan bersenjata yang bertanggung jawab atas kerusuhan di Wamena. "Maka penanganan kelompok gerombolan bersenjata, presiden sudah menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk dikejar dan ambil tindakan tegas," jelas Pramono.

Kerusuhan di Wamena, Papua sendiri diawali dengan unjuk rasa dari sejumlah warga Papua. Aksi unjuk rasa ini berakhir dengan ricuh setelah ada sejumlah massa yang bertindak anarkis dan diduga berasal dari golongan lain hingga menyebabkan kerusuhan di sekitar lokasi tersebut. Massa mengamuk dengan membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN dan beberapa kios usaha masyarakat.

Kerusuhan ini telah membuat puluhan nyawa melayang akibat perilaku kejam dan tidak beradab dari para demonstran dalam aksi berdarah tersebut. Hingga kini tercatat kerusuhan Wamena telah menewaskan sebanyak 33 orang. Mayoritas korban tewas diketahui berasal dari warga Papua pendatang.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait