Rekor IHSG mencapai di bawah level 6000 terakhir kali dialami pada 22 Mei 2019 silam. Berbagai faktor melatarbelakangi lemahnya indeks saham hari ini, salah satunya perang dagang AS-Uni Eropa.
- Elvariza Opita
- Kamis, 03 Oktober 2019 - 16:25 WIB
WowKeren - Perang dagang dunia kembali memasuki babak baru. Usai bersitegang dengan Tiongkok, kali ini Amerika Serikat "membidik" target baru, yakni Uni Eropa.
Ketidakpastian ekonomi pun membayangi peristiwa ini, salah satunya terkait dengan kestabilan harga saham. Bahkan perang dagang AS dan Uni Eropa ini sempat "menggoyahkan" Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Kamis (3/10).
IHSG hari ini memang dibuka pada level 6.033,03 dengan koreksi 0,37%. Namun perlahan-lahan harga indeks saham memperlebar kekalahannya hingga sempat menginjak digit kepala lima. Tercatat pada pukul 09.05 WIB, IHSG sempat mencapai level 5.999,2.
Indeks ini merupakan terendah sejak 22 Mei 2019 silam. Kala itu IHSG harus "babak belur" lantaran demonstrasi berujung kerusuhan besar yang terjadi usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk periode 2019-2024.
Kinerja ini sejalan dengan menurunnya level indeks saham regional Asia. Dilansir dari CNBC Indonesia, seluruh bursa saham utama kawasan Asia sedang kompak berada di zona merah.
Beberapa faktor pun melatarbelakangi peristiwa ini, namun perang dagang AS-Uni Eropa menjadi penyebab utama. Perang dagang ini memicu aksi jual di bursa saham Benua Kuning.
Untuk diketahui, AS berencana menaikkan tarif impor untuk produk Uni Eropa mulai 18 Oktober 2019 mendatang. Tak main-main, AS berencana menaikkan tarif impor antara 10-25 persen.
Menanggapinya, Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Cecilia Malmstrong menyebut perang tarif ini dapat menimbulkan kekacauan pada dunia bisnis. Oleh karenanya, apabila AS nekat menerapkan kebijakan tersebut, Uni Eropa mengancam akan melakukan hal serupa.
"Jika AS memutuskan untuk memberlakukan tindakan balasan resmi WTO," kata Malmstorm dilansir dari AP, Kamis (3/10). "Hal tersebut akan mendorong UE ke dalam situasi di mana kita tidak akan memiliki pilihan lain selain melakukan hal yang sama."
Sementara itu, IHSG hari ini ditutup pada level 6.038,529 dengan koreksi 0,28%. Indeks ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan kemarin (2/10).
(wk/elva)