Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI ini berasal dari lima partai politik dengan perolehan kursi terbanyak di Pemilihan Legislatif 2019.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 03 Oktober 2019 - 19:12 WIB
WowKeren - Para pimpinan DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 telah diumumkan dalam rapat paripurna pada Kamis (3/10). Kelima pimpinan ini akan diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri.
Pimpinan DPRD DKI ini berasal dati 5 parpol dengan perolehan kursi terbanyak di Pemilihan Legislatif 2019. Yaitu Prasetio Edi Marsudi dari PDIP, Mohamad Taufik dari Partai Gerindra, Abdurrahman Suhaimi dari PKS, Misan Samsuri dari Partai Demokrat, dan juga Zita Anjani dari PAN.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, lantas berharap agar pimpinan baru DPRD bisa langsung membahas posisi Wakil Gubernur yang masih kosong hingga saat ini. Anies berharap agar pembahasan tersebut segera dilakukan setelah kelima pimpinan tersebut dilantik.
Menanggapi harapan Anies, Prasetio Edi selaku Ketua DPRD DKI terpilih pun menjelaskan bahwa posisi Wagub akan menjadi prioritas mereka hingga bisa diselesaikan di awal periode 2019-2024. "Ya jadi prioritas (pembahasan), tapi tergantung dari partai pengusungnya, Gerindra dan PKS," tutur Prasetio di Gedung DPRD DKI pada hari ini (3/10).
Menurut Prasetio, pembahasan pengganti Sandiaga Uno tersebut sudah terlalu lama. Ia menyebut bahwa pembahasan itu bisa diselesaikan apabila partai pengusung, yakni Gerindra dan PKS, fokus untuk melakukan pembahasan.
"Cukup lama saya minta Gerindra dan PKS, sudahlah ngobrol-ngobrollah, siapa sih yang layak," ujar Prasetio. "Kriterianya adalah mengerti masalah Jakarta dan harus berani, karena permasalahan Jakarta complicated sekali. Sekarang kita melihat ada beberapa tempat yang dulu sudah baik sekarang jadi masalah baru."
Selain itu, Wagub DKI yang baru juga harus berani mengambil risiko untuk memperbaiki Ibu Kota. "Sebagai pemimpin itu jangan safety player, harus berani terobosan-terobosan. Ini ibu kota negara, metropolitan yang harus kita tegakkan dan harus kita bereskan," jelas Prasetio.
Prasetio menuturkan bahwa meski tak ada batasan waktu untuk menyelesaikan pembahasan Wagub, ia berharap agar pendamping Anies itu dapat segera terpilih.
"Karena enggak mungkinlah (Anies sebagai gubernur) sendiri," pungkas Prasetio. "Jadi Gubernur harus ada wakilnya, supaya kalau nanti minggu depan Anies mau ke luar kota terus wakilnya siapa?"
(wk/Bert)