Foto Hitam Putih Novel-Anies Baswedan Jadi Sorotan, Ini Klarifikasi KPK
Nasional

Foto hitam putih Novel dan Anies Baswedan yang beredar di media sosial bulan Juli lalu kembali menjadi sorotan terkait dugaan korupsi. Menanggapi hal tersebut, KPK pun mengklarifikasi jika isu yang beredar di media sosial adalah hoaks.

WowKeren - Foto hitam putih Novel Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diunggah di Facebook pada 27 Juli 2019 lalu ini sempat menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Pasalnya, dalam foto tersebut tampak Anies dan Novel yang tampak tengah duduk berdua di lantai usai melaksanakan salat di sebuah masjid.

Bila diperhatikan Anies yang tertangkap foto itu memakai pakaian berwarna gelap dan menatap kosong ke arah depannya. Sedangkan Novel yang berada di sebelahnya terlihat tengah menyampaikan sesuatu seraya menunjuk dengan tangan kirinya.

Namun, baru-baru ini foto tersebut kembali ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan dugaan korupsi. Terkait foto tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun memberi klarifikasi atas isu yang tengah beredar di media sosial.

KPK menyebutkan setidaknya ada 3 hoaks yang telah diklarifikasi. "Beberapa waktu belakangan ini beredar gambar dan foto yang kami pandang bentuk serangan dan penyebaran informasi tidak benar dan dapat membentuk wacana negatif tentang KPK dan pegawai KPK Novel Baswedan," ujar Febri, Kamis (3/10).

Hoaks pertama adalah foto Novel bersama saudara sepupunya, Anies Baswedan, di sebuah masjid. Penyebar hoaks memberikan narasi berkaitan dengan foto lembaran "tanda bukti penerimaan laporan atas nama Anies yang juga Gubernur DKI Jakarta".


"Setelah kami cek, peristiwa dalam foto tersebut terjadi setelah salat pada awal Juni 2017. Saat itu Novel masih dalam proses perawatan mata setelah operasi di Singapura," jelas Febri.

"Sebenarnya ada banyak pihak yang mengunjungi atau membesuk Novel di Singapura, termasuk Anies Baswedan, yang masih memiliki hubungan saudara dengan Novel. Akan tetapi, dengan dibentuknya framing seolah-olah hubungan saudara dan foto tersebut mempengaruhi penanganan perkara di KPK, kami pastikan hal tersebut tidak terjadi," lanjutnya.

Hoaks yang kedua terkait foto Novel yang berada di konter pemberangkatan bandara dengan narasi bahwa Novel akan pergi jalan-jalan. Padahal kejadian yang sesungguhnya dari foto tersebut adalah rutinitas Novel yang harus ke Singapura untuk pengobatan matanya.

"Kami tegaskan saat itu sejak 19 September 2019 Novel melakukan pengobatan di sebuah klinik di Singapura. Saat itu dilakukan CT scan terhadap mata Novel dan ditemukan pendarahan dalam retina, sehingga perlu dilakukan beberapa tindakan," papar Febri. "Karena hal ini berpengaruh terhadap penglihatan Novel."

Hoaks terakhir adalah soal pansus angket KPK di mana menyebutkan keterangan bahwa salah satu tersangka di KPK yang terkait dengan kasus suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) seolah-olah ada seseorang yang menyerahkan rumah kos 50 kamar di Bandung sebagai tukar guling perkara. Hal tersebut lantas diklarifikasi oleh Juru BIcara KPK dengan mengatakan bahwa hal itu tak benar.

"Informasi ini juga sudah kami klarifikasi sebelumnya bersamaan dengan sejumlah informasi bohong yang diedarkan saat itu," kata Febri. "Kami percaya masyarakat akan hati-hati dan rasional dalam mencerna Informasi yang beredar, apalagi saat ini Informasi palsu dengan berbagai cara diproduksi untuk tujuan-tujuan yang tidak benar."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait