Mahfud MD menilai jika konflik Papua tak lepas dari benih-benih perpecahan yang ditinggalkan oleh Belanda di masa kolonialisme. Untuk itu, ia mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam menangani kasus tersebut.
- Wahyu
- Jumat, 04 Oktober 2019 - 11:48 WIB
WowKeren - Konflik yang terjadi di Papua beberapa bulan terakhir mendapat perhatian yang besar tak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD pun menyampaikan pendapatnya.
Menurut Mahfud, konflik di Papua dan Papua Barat tak terlepas dari benih-benih separatis yang ditanam Belanda pada era kolonialisme dulu. Ia pun menyarankan agar pemerintah lebih berhati-hati untuk menangani Papua.
Karena banyak negara yang siap menunggangi gerakan separatis untuk memisahkan Papua dari Indonesia. "Menyelesaikan Papua harus bijak karena memang di Papua itu ada benih-benih separatis yang ditinggalkan oleh penjajah Belanda dulu, yang selalu berusaha menggerogoti kesetiaan nasional saudara-saudara kita di Papua," kata Mahfud usai mengunjungi Wakil Presiden keenam Tri Sutrisno di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/10).
Lebih lanjut, Mahfud mengatakan jika gerakan separatis di Papua dan Papua Barat memang kecil. Namun hal itu berusaha mengganggu sebagian besar orang di sana yang pro NKRI.
Selain itu, gerakan-gerakan separatis ini sudah mulai mengarahkan perlawanan ke masalah antarsuku bangsa. Seperti kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu.
"Memang sekarang ini agak mengkhawatirkan karena sudah mulai mengarah ke konflik horizontal," jelasnya. "Separatis dulu berhadapan dengan negara dalam konflik vertikal, sekarang agak fundamental, sehingga kita harus bisa menjaganya."
Untuk masalah penanganan Papua, Mahfud menyerahkan seluruhnya ke pemerintah, namun ia mengingatkan agar pemerintah harus menangani Papua sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
"Apapun yang dilakukan dari keseluruhan perjuangan kita, maka perjuangan itu jangan sampai lepas dari nilai-nilai ideologi negara, jangan sampai lepas dari nilai-nilai perekat bangsa, yakni Pancasila," ujarnya.
Tak hanya itu, aparat keamanan pun harus bertindak lebih manusiawi di Papua dan Papua Barat, dan mencegah konflik horizontal semakin melebar. Karena keamanan Papua harus ditegakkan bersamaan dengan prinsip hak asasi manusia.
(wk/wahy)