Aktivis dan pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica Koman akhirnya buka suara usai ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
- Wahyu
- Jumat, 04 Oktober 2019 - 12:18 WIB
WowKeren - Aktivis dan pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica suara akhirnya angkat bicara seputar kasusnya setelah dia bungkam sejak masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Veronica Koman mengungkapkan sejumlah ancaman dan intimidasi yang diarahkan kepadanya dalam wawancara eksklusif di media Australia, SBS News yang disiarkan pada Kamis (3/10).
Sebelumnya Veronica Koman telah ditetapkan dalam DPO oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) setelah pengacara HAM tersebut mangkir selama dua kali saat dilakukan pemanggilan untuk penyelidikan lebih lanjut. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut tim kepolisian setelah Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka kasus provokasi dan penyebaran berita bohong dalam insiden Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.
Kini Veronica Koman telah mengungkapkan tentang ancaman dan intimindasi yang menyerangnya secara bertubi-tubi. Menurut pengakuan Veronica, ancaman yang diterimanya bukanlah hal asing menilik pekerjaannya yang selalu berurusan dengan konflik.
Veronica mengaku jika sudah sejak dua tahun yang lalu dirinya mendapat berbagai ancaman dari sejumlah pihak. Intimindasi yang diarahkan kepada Veronica biasanya adalah berupa ancaman pembunuhan bahkan hingga ancaman pemerkosaan.
"Saya sudah diancam dibunuh sejak dua tahun lalu," ungkap Veronica Koman. "Saat ini ancaman itu jadi pengalaman sehari-sehari. Ancaman dibunuh hingga pemerkosaan."
Veronica Koman mengatakan jika selama ini telah banyak ancaman pembunuhan yang diarahkan pada penyampai pesan dan informasi yang membahas mengenai konflik di Papua. Padahal menurut pengakuan Veronica, selama ini tak ada pihak yang bisa membantah tentang kebenaran yang telah disampaikan atas informasinya tersebut.
"Mereka mencoba membunuh penyampai pesan. Mereka tidak bisa menyangkal data saya (tentang Papua)," ujar Veronica. "Mereka tak bisa membantah sehingga mereka berusaha menghancurkan kredibilitas saya."
Lebih lanjut, Veronica Koman mengaku jika dirinya walau sudah berada di Australia sangat mengkhawatirkan kondisi keluarganya yang masih berada di Indonesia. Veronica mengatakan jika baru-baru ini polisi mengatakan jika mereka telah menggerebek rumahnya yang berada di Jakarta.
"Keluarga saya di Jakarta telah pindah lebih dari sebulan lalu. Menghindari upaya intimidasi itu," kata Veronica Koman. "Orang bilang kamu di Australia tapi keluargamu ada di Indonesia dan kita bisa mencarinya."
(wk/wahy)