Warga Yogyakarta pada tahun ini telah dipastikan tidak akan bisa melakukan tradisi dengan pergi berjalan-jalan menikmati ke pasar malam saat perayaan sekaten.
- Wahyu
- Jumat, 04 Oktober 2019 - 15:22 WIB
WowKeren - Warga Yogyakarta pada tahun ini tidak akan bisa menikmati pasar malam sekaten yang biasa secara rutin digelar setiap tahun di Alun-Alun Utara, Yogyakarta. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat telah memastikan tentang kabar tidak akan digelarnya Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS).
Perayaan pasar malam sekaten ini sendiri telah menjadi tradisi hiburan setiap tahunnya bagi warga Yogyakarta. Pasar malam sekaten biasa diadakan oleh Keraton Yogyakarta satu bulan sebelum Hari Maulid Nabi Muhammad SAW.
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan jika tahun ini Pemkot memang sama sekali tidak menganggarkan dana untuk kebutuhan PMPS. Walau begitu, Haryadi mengatakan jika perayaan pasar malam sekaten ini akan kembali diadakan setiap tahun genap yaitu tahun depan.
"Pasar malam (Sekaten tahun ini) kita memang tidak menganggarkan ya. Jadi mekanisme anggaran di tempat kami, untuk tahun 2019 ini kami tidak menganggarkan," ujar Haryadi di Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Jumat (4/10). "Ya memang kita rencanakan untuk pasar malam (sekaten) ini di tahun genap, dua tahun sekali."
Haryadi membantah jika tidak digelarnya pasar malam sekaten ini karena perayaan tersebut dinilai merusak rumput Alun-Alun Utara Kota Yogyakarta. Keterangan Haryadi ini justru berbeda dengan pihak Keraton Yogyakarta yang sebelumnya membenarkan terkait kerusakan rumput yang terjadi.
Pengageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Kridhomardowo Kanjeng Pengeran Haryo (KPH) Notonegoro menjelaskan tidak digelarnya PMPS 2019 salah satunya untuk memulihkan kondisi Alun-alun Utara. Menurut Notonegoro, kondisi Alun-Alun Utara selalu tidak karuan dan rusak parah setelah perayaan tersebut.
"Jadi kita coba mengembalikan ke semangat (hajad dalem) sekaten awal, mumpung kesempatan sekalian ini juga untuk (memulihkan) kondisi Alun-alun (Utara) supaya bisa lebih baik," ucap Notonegoro di Bale Raos Kraton Yogyakarta pada Kamis (4/10). "Karena setiap kali setelah habis dipakai pasar malam, Alun-alun (Utara) itu pasti kondisinya sudah tidak karu-karuan, rumputnya nanti habis dan kotor, dan sebagainya."
(wk/wahy)