Kedua partai itu bersikeras menjadi oposisi untuk mengawal kinerja pemerintah dengan menerapkan mekanisme check and balances. PKS sendiri mengaku tengah menyoroti sejumlah permasalahan.
- Elvariza Opita
- Jumat, 04 Oktober 2019 - 17:55 WIB
WowKeren - Posisi Ketua MPR, DPR, dan DPD RI periode 2019-2024 telah ditentukan. Seperti prediksi banyak orang, ketiga posisi penting itu diduduki oleh pendukung Presiden Joko Widodo.
Untuk diketahui, posisi Ketua DPR RI akhirnya jatuh kepada politikus PDI Perjuangan Puan Maharani, sedangkan Ketua MPR RI diemban oleh petinggi Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Sedangkan kursi Ketua DPD RI dimenangkan oleh La Nyalla Mahmud Mattalitti yang notabene pendukung Jokowi.
Menanggapi parlemen yang dikuasai kaum koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun buka suara. Sebagai pengingat, PKS selama ini bersikeras menjadi oposisi pemerintah kendati banyak "rekannya" yang perlahan-lahan berbalik arah.
PKS pun memastikan tak akan takut bersaing dengan kubu mayoritas di parlemen. PKS juga menilai pemilihan sosok-sosok ketua parlemen tersebut sudah disesuaikan dengan aturan yang ada.
"Terpilihnya Mbak Puan dan Mas Bambang melalui proses yang sesuai aturan. Jadi tidak masalah," ujar anggota Fraksi PKS Mardani Ali Sera, Jumat (4/10). "Demokrasi selalu memberi hak pada pemenang untuk mendapat porsinya. Pertarungan ke depan, kompetisi karya dan gagasan."
Mardani pun memastikan PKS akan tetap istikamah mengawal tegaknya demokrasi di Indonesia dengan menjalankan mekanisme check and balances. PKS pun mengaku tengah menyoroti sejumlah hal seperti masalah defisit BPJS Kesehatan, neraca keuangan negara, hingga kasus korupsi yang dianalogikan bak kanker.
"PKS akan menjadi yang terdepan mengawal negeri ini dengan sikap oposisi kritis dan konstruktif," tegas Mardani, dilansir oleh Detik News. "PKS konsisten oposisi kritis dan konstruktif. Hashtag-nya #KamiTetapOposisi."
Hal senada juga disampaikan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). PAN mengaku siap menjadi oposisi yang tegas mengawal kinerja pemerintah.
"Kita tetap oposisi, oposisi yang konstruktif. Jika pemerintah benar, kita juga benar, kita akan dukung mereka," kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Partaonan Daulay, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/10). "Kalau pemerintahan tidak benar tentu kita akan koreksi, kita kritik."
(wk/elva)