Gerindra Siap Jadi Oposisi Bila Tak Dapat Kursi Mentan, Benarkah?
Nasional
Peluang Prabowo Jadi Menhan

Gerindra disebutkan tengah mengincar kursi Menteri Pertanian (Mentan} di Kabinet Jokowi. Benarkah Gerindra akan berada di pihak oposisi jika keinginannya untuk mendapatkan kursi Mentan tak tercapai?

WowKeren - Gerindra disebutkan tengah mengincar kursi Menteri Pertanian (Mentan) di Kabinet Jokowi mendatang. Bahkan mereka memberikan dua syarat untuk Presiden Joko Widodo jika ingin mendapatkan dorongan dari partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto tersebut.

Tak tanggung-tanggung, Gerindra juga mengancam berada di pihak oposisi jika kadernya tak mendapatkan posisi menteri yang membidangi urusan pertanian, pangan, dan energi. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Sugiono.


Syarat tersebut berkenaan dengan Strategi Dorongan Besar yang diajukan kepada Jokowi. Jika syarat diterima tapi menteri urusan pangan dan energi tak diberikan, Gerindra tak mau bergabung dalam koalisi pemerintah.

Konsep Strategi Dorongan Besar sendiri berisi tentang misi swasembada pangan, air dan energi. Misi-misi yang ditempuh untuk merealisasikannya sudah dibuat oleh Gerindra.

"Jika konsep ini (Strategi Dorongan Besar) bisa diterima dan posisi kabinet yang berhubungan dengan pelaksanaan ini diserahkan, ya Gerindra oke (bergabung dalam koalisi pemerintah)," tuturnya.

Sebelumnya, Sugiono tak ingin menyampaikan secara gamblang apakah pos menteri yang dimaksud adalah menteri pertanian dan ESDM atau bukan. Namun, mengutip CNNIndonesia disebutkan jika Gerindra menginginkan jabatan menteri pertanian dan ESDM.

Sugiono menegaskan bahwa konsep tersebut adalah racikan Gerindra. Karenanya pelaksana Strategi Dorongan Besar, yakni menteri urusan pertanian, pangan dan energi harus diberikan pada Gerindra. "Kalau tidak diterima ya enggak apa-apa, tapi kami memilih lebih baik di luar pemerintahan," tuturnya.

Di lain sisi, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa Gerindra memang masih belum dipastikan bergabung dalam koalisi pemerintah. Padahal Prabowo telah bertemu dengan Jokowi dan juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk melobi.

Terkait keinginan Gerindra yang masuk koalisi ini, menurut pemerintah terkesan muluk dan sulit untuk dikabulkan. Bahkan, dia menyebut Gerindra juga pernah meminta syarat yang juga sulit dikabulkan pada 2014 silam. Kala itu, Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Gerindra kalah atas Jokowi-Jusuf Kalla. "Sejak 2014, posisi yang diminta terlalu banyak jadi agak sulit bisa diterima, sehingga susah bagi Gerindra untuk bisa masuk kabinet," kata Hendrawan beberapa waktu lalu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...