Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam aksi penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto dan berharap kepolisian dapat menyelidiki motif pelaku penusukan.
- Wahyu
- Jumat, 11 Oktober 2019 - 09:30 WIB
WowKeren - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam aksi penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto terjadi di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10).
Wiranto pada hari tersebut diketahui sedang mengunjungi salah satu pondok pesantren yang berada di Pandeglang, Banten bersama rombongannya untuk melakukan peletakan batu pertama. Sesaat setelah Wiranto turun dari mobil, tiba-tiba ada seorang pria yang menyerang dirinya dengan menggunakan senjata tajam sehingga mengenai perut Menko Polhukam tersebut.
Megawati yang mendengar tentang peristiwa penyerangan tersebut lantas mengungkapkan keprihatinannya. Megawati berharap agar tim kepolisian dapat segera mengusut tuntas motivasi dari pelaku penyerangan tersebut.
"Saya prihatin mendengar kabar peristiwa penyerangan terhadap Pak Wiranto. Saya mengecam aksi penyerangan tersebut," kata Megawati dalam keterangan tertulis pada Kamis (10/10). "Saya berharap aparat kepolisian bisa menyelidiki motivasi pelaku melakukan penyerangan."
Megawati mengaku terkejut atas peristiwa penyerangan yang menimpa Menko Polhukam. Mantan Presiden Republik Indonesia Ke-5 ini lantas mendoakan agar Wiranto dapat segera pulih dan dapat melakukan aktivitasnya kembali.
Penusukan yang dialami Wiranto ini juga telah membuat Megawati memperingatkan kader-kadernya. Megawati mengimbau agar para kader PDIP tetap tenang dalam menyikapi penyerangan ini dan selalu waspada untuk menjaga lingkungan masing-masing.
"Kami tidak mentolerir aksi kekerasan. Semoga Pak Wiranto segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali," kata Megawati. "Kader PDIP diminta untuk tenang dan waspada."
Hal senada juga diutarakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang meminta kepolisian untuk bertindak cepat mengusut tindakan penyerangan tersebut. Menurut Hasto, pengusutan kasus penyerangan Wiranto ini harus segera dilakukan untuk mengantisipasi jika adanya dugaan radikalisme di balik penyerangan tersebut.
"PDI Perjuangan meminta agar aparat kepolisian bertindak cepat," ujar Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya. "Terlebih ketika radikalisme menjadi ideologi kegelapan yang sangat membahayakan dan telah merasuk pada diri sebagian anak bangsa."
Hasto mengatakan jika segala bentuk kekerasan dan radikalisme harus terus dilawan karena bukan merupakan budaya bangsa Indonesia. "Bangsa Indonesia harus melawan berbagai bentuk radikalisme yang berawal dari berbagai tindak intoleransi. Serangan teror kekerasan tersebut tidak boleh membuat kita takut, hukum harus ditegakkan, kebenaran pasti mengalahkan kebatilan," tutup Hasto.
(wk/wahy)