Sultan Hamengkubuwono X Tak Izinkan Acara Muslim United #2 di Masjid Gedhe Kauman
Nasional

Polisi menyebutkan bahwa pihaknya tidak bisa mengeluarkan izin jika panitia penyelenggara acara belum mendapat resmi dari Keraton sebagai pemilik sah masjid tersebut.

WowKeren - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menyatakan bahwa pihaknya tidak memberikan izin penggunaan Kagungan Ndalem (KgD) Masjid Gedhe Kauman untuk kegiatan Muslim United #2. Hal tersebut ditegaskan olehnya dengan menyatakan bahwa Masjid Gedhe Kauman merupakan milik Keraton Yogyakarta. Ia juga enggan memberikan tanggapan lebih lanjut terkait rencana acara Muslim United #2 lebih jauh.

"Kita kan yang punya rumah," kata Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/10). "Kan (Keraton) tidak mengizinkan."

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku belum menerima surat permohonan izin untuk kegiatan tersebut. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto. "Sampai saat ini Polsek, Polresta, maupun Polda belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin kegiatan tersebut," kata Yuliyanto, Jumat (11/10).


Sebab selama ini, Polri hanya bisa mengeluarkan izin setelah panitia penyelenggara acara telah mendapat persetujuan dari pihak Keraton jika ingin menggunakan Masjid Gedhe Kauman. Sebab walau bagaimanapun juga, Keraton adalah pemilik sah dari masjid tersebut.

"Polri ketika akan memberikan izin haruslah berdasarkan izin dari yang berwenang dengan penggunaan tempat acara," lanjut Yuliyanto. "Dalam hal ini Polri belum menerima izin penggunaan tempat yang dikeluarkan oleh pihak Keraton."

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa pihaknya menghargai apa yang menjadi keputusan Keraton Yogyakarta. Ia yakin bahwa langkah tersebut diambil semata-mata untuk menjaga keutuhan masyarakat.

"Kami menghargai setiap pilihan-pilihan kebijakan (Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang tidak mengizinkan penggunaan Masjid Gede untuk acara Muslim United)," tutur Haedar di Sleman, Kamis (10/10). "(Khususnya) ketika kebijakan itu diambil untuk menjaga keutuhan masyarakat, keutuhan bangsa."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait