Sebanyak 62 rumah hangus terbakar dalam peristiwa ini, sehingga menyebabkan 81 kepala keluarga harus mengungsi. Salah satu rumah yang terbakar adalah milik orang tua Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
- Elvariza Opita
- Kamis, 17 Oktober 2019 - 11:13 WIB
WowKeren - Kebakaran hebat dilaporkan terjadi di pemukiman padat penduduk di Palembang. Lebih spesifik, peristiwa ini terjadi di Jalan Pangeran Sido Ing Kenayan, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Diketahui kebakaran hebat ini terjadi pada Selasa (15/10) lalu. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 62 rumah dilaporkan hangus terbakar akibat peristiwa tersebut. Akibatnya 81 kepala keluarga harus mengungsi.
Salah satu rumah yang menjadi korban amukan si jago merah adalah milik orang tua Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Informasi ini dibenarkan oleh asisten pribadi orang tua Kapolri, Rizal.
Menurut pernyataan Rizal, rumah tersebut merupakan aset milik ayah Kapolri, Andi Suandi. Beruntung bangunan tersebut bukanlah rumah utama milik Andi sehingga tak dihuni oleh yang bersangkutan.
"Waktu kebakaran berkobar, beliau (Andi) sedang berada di rumah lainnya yang tidak jauh dari lokasi kebakaran," tutur Rizal pada Rabu (16/10), dilansir dari Antara. "Tapi beliau sempat melihat saat api masih menyala-nyala."
Konstruksi bangunannya sendiri berupa rumah tradisional panggung dengan ukuran 8 x 25 meter persegi. Lantai dasarnya dijadikan bedeng atau rumah singgah para pekerja, sedangkan lantai duanya sebagai rumah utuh.
Beruntung warga yang menyewa bedeng milik Andi itu diketahui selamat, meskipun hampir tak ada harta benda yang tersisa. Pasalnya bedeng beserta isinya telah habis dilalap api.
"Alhamdulillah bapak dan orang yang menyewa bedeng itu semuanya selamat," kata Rizal, dilansir Kumparan. "Tidak ada korban jiwa."
Lebih lanjut, menurut Rizal, ayah Kapolri itu telah merelakan rumahnya yang terbakar. Justru Andi lebih mengkhawatirkan para korban terdampak. Andi juga terpantau sibuk membantu para warga dengan mendirikan posko bantuan. Apalagi Andi sudah menjadi ketua RT setempat selama 36 tahun terakhir.
"Beliau lebih khawatir dengan kondisi warganya," ungkap Rizal. "Karena rata-rata kerja jadi nelayan di Sungai Musi yang pendapatannya tidak seberapa."
Peristiwa ini pun telah sampai ke telinga Kapolri Tito. Untuk diketahui, tempat kejadian perkara merupakan lokasi Kapolri Tito menghabiskan masa kecilnya hingga tamat SMA.
(wk/elva)