Begini Tanggapan Atalia Kamil Terkait Ratusan Anak Masuk RSJ Karena Kecanduan Ponsel
Instagram
Nasional

Atalia Kamil yang juga merupakan istri dari Gubernur Jawa Barat angkat bicara terkait ratusan anak yang masuk Rumah Sakit Jiwa karena kecanduan bermain gadget.

WowKeren - Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Kamil mengaku prihatin atas banyaknya kasus anak-anak yang sudah kecanduan bermain ponsel atau gadget sejak dini. Hal ini merupakan bentuk tanggapannya atas maraknya anak-anak yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat karena tidak dapat melepaskan diri dari kecanduan gadget.

Atalia Kamil lantas mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi dan tidak membiarkan anak untuk bermain ponsel secara berlebihan. Atalia yang juga merupakan istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini mengatakan jika keberadaan gadget di era saat ini memang tidak dapat dihindari.

Walau begitu, Atalia mengatakan jika penggunaan gadget masih harus terus diawasi dan dibatasi sesuai kebutuhan dan usia anak. Atalia juga mengaku khawatir dengan banyaknya orang tua yang memiliki berbagai kesibukan sehingga membiarkan anaknya bermain ponsel dengan batas waktu yang tinggi agar tidak mengganggu aktivitas mereka. Menurut Atalia, hal ini juga membuat interaksi antar keluarga juga semakin berkurang.

"Gadget ini sebetulnya untuk anak bisa menjadi hal positif dan negatif, sehingga orangtua harus mempertimbangkan terkait usia anak dan kebutuhannya," ujar Atalia Kamil saat ditemui di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (16/10). "Biasanya orangtua dengan segala kesibukannya, membiarkan anak supaya anteng diberilah gadget dan hal itu sudah menjadi kebiasaan."


Bukan tanpa sebab kekhawatiran dari Atalia ini diungkapkan. Pasalnya Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat sendiri telah mengungkap jika mereka telah melakukan perawatan terhadap belasan pasien anak-anak setiap bulannya.

Tercatat, usia anak yang ditangani di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jabar dimulai dari usia 8 hingga 15 tahun. Jika ditotal, maka sudah ada ratusan anak yang dirawat karena tidak bisa melepaskan kecanduan terhadap ponsel.

Oleh sebab itu, Atalia mengaku jika dirinya menyetujui pembatasan penggunaan ponsel yang diberlakukan di sekolah-sekolah. Atalia juga menyebutkan jika Pemprov Jabar akan membuat program Setangkai atau kependekan dari Sekolah Tanpa Gangguan Gawai dalam waktu dekat ini.

"Sudah ada sekolah yang melakukan pembatasan penggunaan handphone, jadi sebelum masuk itu ponselnya dikumpulkan dulu dan setelah pulang baru dikembalikan lagi," ujar Atalia. "Program itu akan di-launching dalam waktu dekat, Insya Allah launching-nya akan segera dilaksanakan."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait