Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, mengaku bahwa dirinya kerap disapa dengan sebutan 'calon Menteri' oleh sesama petinggi partai seperti Prabowo dan Sandiaga Uno.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 18 Oktober 2019 - 13:18 WIB
WowKeren - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada Minggu (20/10), isu mengenai susunan kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin makin santer terdengar. Sejumlah nama dari Partai Gerindra bahkan turut disebut-sebut sebagai calon Menteri Jokowi.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, mengaku bahwa dirinya kerap disapa dengan sebutan calon Menteri. Yang memberikan julukan tersebut tak lain adalah Ketua Umum Partai Gerindra sendiri, Prabowo Subianto.
Meski demikian, Edhy menilai bahwa sapaan "calon Menteri" dari Prabowo tersebut bukanlah hal yang serius. "Oh, sudah (pembicaraan jadi menteri) kalau begitu ya, bercanda-bercanda, oh ini, oh ini, biasalah itu. Kita kan biasa," tutur Edhy di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, dilansir CNN Indonesia pada Jumat (18/10).
Tak hanya Prabowo saja, sejumlah rekan sesama petinggi Partai Gerindra juga diakui Edhy sering menyebutnya sebagai "calon Menteri". Beberapa di antaranya adalah Sandiaga Uno, Fadli Zon, serta Arief Poyuono.
"Pak Sandi, udah mendahului ngomong, 'wah Pak Edhy Prabowo, Pak Fadli, Arief Poyuono'," ujar Edhy. "Biasa bercanda itu."
Edhy lantas mengaku bahwa dirinya tidak pernah membicarakan perihal kursi Menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf secara serius. Ia kembali menegaskan bahwa sebutan "calon Menteri" yang kerap diucapkan petinggi Gerindra tersebut hanyalah sekadar candaan.
Selain itu, Edhy juga tidak mau berandai-andai soal Kementerian mana yang kerap dikaitkan dengan namanya. "Belum resmi dong, kalau semuanya kan dalam batas guyonan. Berseloroh. Iya kan saya enggak mau ge-er," jelas Edhy.
Menurut Edhy, keputusan tentang susunan kabinet sepenuhnya berada di tangan Jokowi. "Lah ini kan namanya, sekarang penggunanya (Jokowi), apakah menggunakan siapa, kan beliau lebih tahu track record. Udahlah, nanti kita lihatlah, sabar ya, kita bersabar. Saya enggak enak," ungkap Edhy.
Tak hanya itu, Edhy juga memastikan bahwa partainya selama ini tidak pernah menyodorkan satu nama pun untuk dijadikan Menteri oleh Jokowi. Edhy mengaku paham posisi Gerindra sebagai partai yang kalah di Pilpres 2019.
"Sekali lagi kami juga enggak mau ge-er, enggak mau mendahului, kami tahu posisi kami, Pak Prabowo saya yakin sangat tahu posisinya dan beliau selalu menyampaikan kalau memang diajak di dalam siap," pungkas Edhy. "Kalaupun memang di luar juga tidak masalah."
(wk/Bert)