Waketum MUI Zainut Tauhid terpilih menjadi Wamenag untuk membantu Fachrul Razi menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama. Terkait posisi yang didapatkannya tersebut, MUI akan melaksanakan sidang Selasa (29/10) mendatang.
- Nidya Putri
- Sabtu, 26 Oktober 2019 - 10:20 WIB
WowKeren - Presiden RI Joko Widodo telah melantik 12 orang yang akan menjadi Wakil Menteri di Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10). Ia telah menunjuk Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid sebagai Wakil Menteri Agama (Wamenag).
Dilantiknya, Zainut itu membuat Sekjen MUI Anwar Abbas buka suara. Ia mengatakan akan membahas soal jabatan Zainut di MUI setelah terpilih sebagai Wamenag. Hal tersebut akan dibahasnya dalam rapat bersama para dewan pimpinan Selasa (29/10) mendatang.
“Insyaallah dalam rapat dewan pimpinan hari Selasa yang akan datang," kata Anwar dilansir Kumparan, Sabtu (27/10). "Masalah Pak Zainut (mundur atau tidak) akan menjadi salah satu yang diagendakan untuk dibicarakan."
Menurut Anwar, Zainut bisa saja tak mundur dari jabatannya di MUI meski saat ini sudah menjadi wakil menteri. Karena dalam AD/ART MUI, larangan rangkap jabatan politik hanya berlaku untuk ketua umum dan sekjen.
“Karena Pak Zainut bukan ketua umum, tapi wakil ketua umum, maka ada dua kemungkinan, harus mundur atau tidak mundur,” ujarnya. Hal ini membuat Anwar berkaca dengan kasus serupa yang dialami oleh Ketua Umum non-aktif sekaligus Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.
Ma’ruf Amin sebelumnya menjabat sebagai Ketum MUI. Namun, setelah terpilih menjadi Wapres Ma'ruf pun memutuskan untuk mundur dari jabatannya di MUI. “Dalam Munas yang akan datang, pada bulan Juli dan atau Agustus, beliau harus mempertanggungjawabkan kepemimpinan yang diamanatkan Munas tahun 2015 kepada beliau,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui, Jokowi telah menunjuk Zainut Tauhid menjadi Wamenag untuk membantu tugas Menag Fachrul Razi yang berlatar belakang militer. Ia mengaku diminta oleh orang nomor satu di Indonesia untuk mengembangkan dakwah keagamaan yang tidak memecah belah serta menimbulkan saling curiga dan fitnah.
“Jadi dakwah juga harus dikelola baik agar pelaksanaan dakwah ini dilaksanakan dengan sesuai dengan ajaran dan tuntunan agama,” kata Zainut usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat (25/10). Selain itu, Jokowi juga memintanya untuk bisa mandiri secara ekonomi yang artinya agar dirinya tak hanya ahli dalam agama dan budi pekerti, tetapi mereka juga siap bersaing di dunia kerja.
(wk/nidy)