Peneliti LIPI Ungkap Makna Blusukan Jokowi ke Papua dan Papua Barat
Twitter/jokowi
Nasional

Diketahui, Presiden Jokowi sudah tiba di Sorong, Papua Barat, pada Sabtu (26/10) dan mengunjungi sejumlah Kabupaten, termasuk Pegunungan Arfak dan Kaimana.

WowKeren - Memulai periode pemerintahannya yang kedua, Presiden Joko Widodo segera melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinisi Papua dan Papua Barat. Diketahui, Jokowi sudah tiba di Sorong, Papua Barat, pada Sabtu (26/10) dan mengunjungi sejumlah Kabupaten, termasuk Pegunungan Arfak dan Kaimana.

Blusukan Jokowi di Tanah Cendrawasih ini lantas dinilai memiliki makna khusus oleh peneliti senior di Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro. Menurut Siti, Jokowi ingin mengembalikan kepercayaan rakyat Papua kepada Presiden secara kebijakan pemerintahan.

Tak dapat dipungkiri, situasi di sejumlah Kabupaten di Papua memang memanas selama beberapa bulan belakangan. Oleh sebab itu, kunker ke Papua memang diperlukan meskipun program-program infrastruktur di sana sudah berjalan sejak periode pertama Jokowi.

"Di periode pertama pun, Pak Jokowi sudah memberikan prioritas lebih kepada Papua," jelas Siti dilansir Republika pada Senin (28/10). "Namun pada perkembangan, masyarakat Papua sempat kecewa, hingga sempat membara situasinya. Lantas apa maknanya? Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak lupa."


Namun, Siti juga mengingatkan bahwa permasalahan di Papua lebih rumit dibanding konflik sosial biasa. Sehingga, Jokowi tidak bisa hanya menawarkan kunker dan pembangunan infrastruktur saja sebagai solusi atas konflik Papua.

Menurut Siti, perlu dilakukan pendekatan mendalam terkait Papua. Salah satunya adalah revisi Undang-Undang (UU) nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Beleid ini berlaku sejak 2001 lalu dan akan berakhir pada 2021 mendatang.

"Ada keinginan masyarakat yang lebih substantif. UU Otsus itu bottom up, dan kebijakan pembangunan itu top down," jelas Siti. "Biarkan keduanya bertemu membentuk titik equilibrium. Persoalan Papua ini memang harus diselesaikan bertahap dengan bijaksana."

Sementara itu, Jokowi sempat membuka sesi dialog dengan masyarakat Pegunungan Arfak. Dalam sambutannya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan komitmen untuk terus membangun infrastruktur di Papua Barat, terutama yang menghubungkan Pegunungan Arfak dengan wilayah sekitarnya.

Selain itu, Jokowi juga mengaku bahwa pemerintah akan memberi porsi lebih pada pembangunan sumber daya manusia demi memajukan Papua. Hal ini telah sesuai dengan visi Jokowi dalam 5 tahun ke depan. "Pemerintah terus berkomitmen memajukan Papua, baik di bidang fisik atau sumber daya manusia," tutur Jokowi dikutip dari rilis resmi Kementerian Dalam Negeri.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait