Soal Tewasnya Ketua ISIS, Tanda Terorisme Akan Berakhir?
Nasional

Presiden AS Donal Trump telah mengklaim tewasnya pendiri sekaligus pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi dalam operasi militer, Sabtu (26/10). Apakah dengan meninggalnya al-Baghdadi akan membuat terorisme ISIS di Indonesia bisa berakhir?

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan bahwa pemimpin organisasi teroris ISIS Abu Bakar al-Baghdadi telah tewas dalam operasi militer yang dilakukan oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Pendiri sekaligus pemimpin ISIS itu tewas bersama keluarga dan sejumlah pengikutnya pada Sabtu (26/10).

"Abu Bakar al-Baghdadi sudah tewas. Ia adalah pendiri dan pemimpin ISIS, organisasi teroris yang paling kejam dan keras di dunia," ujar Donald Trump dalam konferensi pers-nya di Gedung Putih seperti dilansir dari BBC, Minggu (27/10). "Amerika Serikat telah memburu Baghdadi selama bertahun-tahun. Menangkapnya atau membunuhnya menjadi prioritas keamanan nasional pemerintahan saya."

Kabar tewasnya pimpinan ISIS tersebut membuat Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi yang terlibat dalam program deradikalisasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ikut buka suara. Menurutnya, kematian pimpinan ISIS tersebut bukanlah tanda berakhirnya ISIS.

Pasalnya, organisasi ini dikenal dengan slogannya "gugur satu tumbuh seribu". "Pergerakan ini bukan pergerakan individu, ini pergerakan organisasi. Slogan-slogan mereka itu gugur satu tumbuh seribu," ujarnya.


Ali bahkan memperkirakan dalam waktu dekat kelompok militan tersebut akan mengumumkan siapa yang akan menjadi pemimpin menggantikan Abu Bakar al-Baghdadi. Selain itu, kematian sang pemimpin dikhawatirkan akan menginspirasi para pendukungnya yang berasal dari seluruh penjuru dunia untuk melancarkan aksi serupa yaitu meledakkan diri dengan bom rompi.

Di Indonesia sendiri, para tersangka teroris yang berada dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Densus 88 bisa jadi semakin nekat. "Bisa jadi pengikutnya yang ada di mana-mana itu melakukan aksi bom rompi juga karena mengikut pimpinannya," kata Ali dilansir BBC News Indonesia, Minggu (27/10).

Di lain tempat, pengamat terorisme Al Chaidar, kematian al-Baghdadi akan sangat berpengaruh pada para pengikutnya yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pasalnya, setiap orang akan melakukan baiat secara personal kepada mendiang pemimpinnya.

"Nah seandainya Abu Bakar al-Baghdadi ini sudah tewas maka mereka tak bisa lagi melakukan baiat itu," ujar Al Chaidar. "Dan baiat itu harus diubah sampai ada pemimpin baru yang ditunjuk, dan untuk menunjuk pemimpin baru itu tidak mudah." Hal ini membuat pemimpin-pemimpin faksi yang masing-masing mengklaim dirinya berhak untuk menjadi penerus Abu Bakar al-Baghdadi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait