Gempa susulan masih terjadi di Maluku. Sementara itu, Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana menaksir kerugian yang disebabkan oleh adanya gempa tersebut ditaksir mencapai Rp 1 Triliun.
- Wahyu
- Senin, 28 Oktober 2019 - 11:55 WIB
WowKeren - Usai terjadi gempa bumi berskala 6,5 SR pada 26 September lalu, hingga saat ini gempa susulan masih terjadi di Provinsi Maluku. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri mencatat ribuan gempa susulan yang menggoncang Provinsi Maluku dan sekitarnya usai gempa yang menewaskan puluhan orang itu.
Gempa tersebut menyebabkan banyak rumah warga yang rusak. Selain itu, ribuan warga juga harus mengungsi untuk mengamankan diri bila terjadi gempa susulan lagi. Oleh karena itu, banyak warga yang berhenti dari aktivitas perekonomiannya dan hidup dengan mengandalkan bantuan yang datang ke lokasi pengungsian.
Hal tersebut tentunya menyebabkan banyak kerugian materil. Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dody Ruswandi mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya memperkirakan kerugian akibat gempa tersebut mencapai lebih dari Rp 1 Triliun. "Kalau kerugian itu di atas Rp 1 triliun ya karena bukan hanya fisik tapi juga non fisik," kata Dody.
Menurutnya, kerusakan fisik yang ditimbulkan akibat gempa yang menyebabkan rumah-rumah warga dan juga fasilitas umum rusak. Sedangkan yang berkaitan dengan non fisik yakni munculnya rasa trauma di masyarakat yang terkena dampak gempa dan juga hilangnya kesempatan warga setempat untuk mengembangkan perekonomiannya.
“Kalau non fisik itu misalnya trauma, lalu kesempatan orang tidak jadi, harusnya orang bisa mengembangkan ekonomi tapi tidak jadi," ungkap Dody yang dilansir Kompas pada Minggu (27/10). "Sebenarnya ada banyak faktor-faktornya jadi ekonomi sosial yang dirugikan."
Saat ini pihaknya masih menghitung total kerugian akibat gempa Maluku dan akan diumumkan setelah seluruh data direkap dan dianalisis.Namun Dody mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah proses pemulihan daerah yang terdampak.
"Nanti setelah kita hitung ini, ada tim yang hitung bersama world bank,"katanya. "Nanti kita umumkan tapi yang penting begitu tanggap darurat selesai kita langsung pemulihan dulu, rumah dulu."
Terkait proses perbaikan dan rehabilitasi rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut, BNPB telah menerima laporan dari BPBD Provinsi Maluku. Dana yang diusulkan untuk rekonstruksi bencana gempa Maluku saat ini sebesar Rp 279,805 miliar.
Penghitungan anggaran ini sesuai dengan apa yang ditentukan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati/Wali Kota yang wilayahnya terdampak bencana gempa. Dana tersebut hanya digunakan untuk perbaikan rumah-rumah warga yang rusak. Untuk fasilitas umum yang mengalami kerusakan seperti pasar, rumah sakit, sekolah dan fasilitas umum lainnya akan menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR).
(wk/wahy)