Stafnya Dipanah, Wamen PUPR Minta Oknum Tak Hambat Pembangunan Papua
Nasional

Staf PUPR dan seorang pegawai BUMN diserang oleh orang tak dikenal saat melakukan kunjungan kerja di Jayapura, Papua. Wamen PUPR John Wempi Wetipo pun menjenguk para korban yang dirawat di RS Provita, Jayapura, Papua.

WowKeren - Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo tengah menjalankan tugasnya di Jayapura, Papua. Di tengah menjalankan tugasnya, ia menjenguk pegawai PUPR yang menjadi korban penyerangan orang tak dikenal.

Hingga saat ini, stafnya yang menjadi korban penyerangan tersebut tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Provita, Jayapura, Papua. Kunjungan tersebut diketahui merupakan tugas langsung dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Korban dari penyerangan tersebut ada tiga orang yaitu, pegawai PUPR dan satu orang pegawai BUMN yang diserang oleh anak panah saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua. "Saya minta penugasan dari Pak Menteri karena ada masalah di Yahukimi. Saya bilang saya langsung saja ke rumah sakit saja," kata Wempi di RS Provita, Jayapura, Papua, Minggu (27/10). "Jadi, Pak Menteri menugaskan ke saya untuk lihat kondisi, karena ini staf kita."

Dua korban yang merupakan staf Kementerian PUPR mengalami luka panah yang cukup serius. Wempi menyebut korban penyerangan dari orang tak dikenal ini telah diberi perawatan dan berhasil melalui masa kritis.


Ia bahkan mengaku sempat meminta agar dua pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit pusat bila luka yang dialami benar-benar serius. "Tapi tadi dokter bilang kalau di sini di rumah sakit ini bisa, (sebab) punya peralatan baik (maka) dirawat di sini, tadi bilang kita masa observasi tiga hari, tiga hari lagi mungkin akan baik," katanya.

Selain itu, Wempi juga mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang cepat dan tanggap saat menangani kedua pasien tersebut. Mengingat salah satu pasien memang mengalami luka tusukan serius hingga tembus ke bagian paru-paru. "Saya berterimakasih, saya berharap mungkin dokter bisa bantu menangani dengan baik supaya mereka ini bisa kembali ke lapangan untuk bisa laksanakan tugas," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wempi juga mengimbau agar pihak-pihak yang selama ini menghalangi pembangunan infrastruktur di Papua agar tak lagi mengulanginya apalagi sampai harus melakukan penyerangan. Ia mengaku jika pembangunan infrastruktur yang secara masif digenjot Jokowi justru banyak terhambat lantaran perilaku brutal oknum masyarakat.

Padahal ada banyak masyarakat yang menagih Presiden Jokowi untuk segera menuntaskan pembangunan infrastruktur di Papua ini. "Jadi supaya mari kita buka, jangan menghalangi orang di jalan mengganggu untuk membangun infrastruktur. Tidak boleh terjadi ke depan," katanya. "Karena banyak orang yang komentar di media sosial, itu bicara soal bagaimana memacu pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Papua, tapi kalau kelakuan masyarakat kita model begini ya kapan kita membangunnya, kan begitu yah."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait