Wapres Ma'ruf Amin turut menghadiri penutupan Musyawarah Besar X PP di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (28/10). Dalam acara tersebut, ia diangkat sebagai anggota kehormatan Pemuda Pancasila.
- Nidya Putri
- Senin, 28 Oktober 2019 - 16:18 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Ma'ruf Amin diangkat sebagai anggota kehormatan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila. Pengangkatan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP Japto Soerjosomarno dalam penutupan Musyawarah Besar X PP di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (28/10).
"Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim kami akan mengangkat Kiai Haji Ma'ruf Amin menjadi anggota kehormatan atau anggota luar bisa Pemuda Pancasila, " ujar Japto. Setelah mengucapkan itu, Japro lantas menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pemuda Pancasila kepada Ma'ruf.
Dalam acara tersebut, lagi-lagi penampilan Wapres itu mengalami perubahan. Kali ini ia mengenakan setelan kemeja bermotif loreng khas PP dan celana panjang warna hitam. Pengangkatan anggota kehormatan ini sebelumnya juga diberikan kepada Presiden RI Joko Widodo.
"Kemarin kita sudah mengangkat Presiden RI Joko Widodo," katanya. Dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf juga sempat menyampaikan pentingnya peran pemuda untuk membangun Indonesia.
Menurutnya, dalam sejarah Indonesia, pemuda telah mewujudkan kemerdekaan. "Di depan para pemuda saya merasa kembali muda. Bukan umurnya, tapi semangatnya karena memang semangat orang-orang muda ini yang dulu telah membangun kesadaran tentang ke-Indonesia-an, tentang kebangsaan, tentang persatuan yang diwujudkan dalam sumpah pemuda," ujarnya.
Tanpa peran dari pemuda, tak mungkin bangsa Indonesia bisa meraih kemerdekaan. Sebab, para pemuda itu pula yang memaksa tokoh bangsa untuk memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Sejak saat itulah, lahir Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai falsafah atau dasar negara. Ketua Umum MUI nonaktif ini mengingatkan agar segala kegiatan maupun aspirasi tetap berada di bawah bingkai Pancasila.
"Maka semangat kita harus terus bagaimana mengawal Pancasila agar Pancasila tetap abadi seperti apa yang diteriakkan oleh Pemuda Pancasila," tuturnya. Sedangkan untuk tantangan yang harus dihadapi generasi muda saat ini adalah menjadikan Indonesia negara yang maju.
Ia berharap agar Indonesia tak lagi masuk sebagai negara dengan pendapatan menengah atau middle income country melainkan menjadi negara dengan pendapatan tinggi atau high income country agar dapat bersaing dengan negara lain.
(wk/nidy)