Australia Minta Indonesia Usut Kematian Aktivis Walhi Sumut
Nasional

Kematian aktvis Walhi Sumatera Utara Golfrid Siregar dinilai tak wajar sehingga membuat organisasi menuntut penyelidikan. Diketahui jika aktivis internasional juga menuntut penyelidikan atas kematian tak wajar Golfrid.

WowKeren - Kelompok aktivis lingkungan Australia "Friends of the Earth" mendatangi Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Australia, Kamis (31/10) lalu. Kedatangan mereka tersebut bukan tanpa alasan, tapi berniat untuk melayangkan surat terkait kasus meninggalnya Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatra Utara bernama Golfrid Siregar.

Dikutip ABC Indonesia, Sam Cossar mengatakan mereka menyampaikan kecurigaan kematian Golfrid Siregar. "Kami meminta agar pemerintah Indonesia membuka penyelidikan yang transparan atas meninggalnya Golfrid," kata Sam dari Friends of the Earth.

Lebih lanjut mereka mengatakan jika penyelidikan tidak hanya harus dilakukan secara independen, tapi juga lewat tim khusus yang dibuat langsung oleh Komnas HAM. Selain itu, adapula tuntutan agar Presiden Joko Widodo untuk membuat aturan yang menjamin dan melindungi hak-hak aktivis lingkungan dan HAM, agar mencegah "kriminalisasi" bagi mereka yang mencoba membongkar ketidakadilan.

Kunjungan aktivis Australia tersebut diunggah dalam akun resmi mereka di Twitter pada Kamis (31/10) lalu. "Kami berada di Kedutaan Indonesia pagi ini dalam rangka solidaritas bersama keluarga dan kawan-kawan dari #GolfridSiregar setelah kasus pembunuhannya," tulisnya pada caption. "Kami bersama dengan @walhinasional meminta penyelidikian yang transparan dari kepolisian #JusticeForGolfrid.


Friend of the Earth

Twitter

Sam Cossar dari Friends of the Earth mengatakan ada surat yang ditujukan kepada pemerintah Indonesia telah ditandatangani oleh 240 organisasi pemerhati dan pembela lingkungan di lebih 70 negara.Mereka pun telah mengirimkan surat kepada kantor-kantor Kedutaan Besar RI atau perwakilannya di kota-kota besar sejumlah negara, termasuk di Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

"Di Melbourne kami telah diterima oleh perwakilan ke KJRI dan melakukan juga dialog dengan baik-baik," kata Sam. Pihak KJRI Melbourne sendiri telah mengkonfirmasikan kehadiran lima orang dari 'Friends of the Earth' Australia dan menyerahkan langsung suratnya. "Surat ditujukan kepada Kedutaan Indonesia di Canberra, sehingga kami akan meneruskannya," ujar Spica Alphanya Tutuhatunewa, Konjen RI dilansir ABC Indonesia.

Sebelumnya diberitakan jika, Golfrid menghembuskan napas terakhirnya di RSUP Adam Malik pada Minggu (6/10). Ia meninggal setelah menderita luka yang serius di bagian kepala.

Salah satu rekan Golfrid yaitu Roy Lumbangaol menduga jika temannya itu telah menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan oleh pihak tertentu. Menurutnya, kekerasan dan percobaan pembunuhan yang dialami Golfrid berkaitan erat dengan aktivitas politik korban sebagai pembela hak asasi manusia tepatnya dalam isu lingkungan.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait