Istilah 'bilateral' tersebut digunakan Jokowi dalam cuitannya soal pertemuan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di sela-sela KTT ASEAN yang digelar di Bangkok, Thailand.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 November 2019 - 11:08 WIB
WowKeren - Meski sudah tidak duduk di kursi anggota dewan, mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah rupanya masih kerap mengkritik Presiden Joko Widodo. Kali ini, Fahri menyoroti pemakaian istilah "bilateral" oleh Jokowi.
Istilah tersebut digunakan kala Jokowi menemui Presiden FIFA, Gianni Infantino, di sela-sela KTT ASEAN yang digelar di Bangkok, Thailand. Jokowi pun membahas penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
"Pertemuan bilateral dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Bangkok. Terima kasih atas penunjukan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021," cuit Jokowi di akun Twitter resminya pada Sabtu (2/11). "Sebagai tuan rumah, Indonesia menyambut baik jika Tim Pendahulu FIFA datang untuk berkoordinasi dengan PSSI."
Cuitan Jokowi tersebut lantas ditanggapi oleh Fahri. Menurut Fahri, istilah "bilateral" hanya digunakan untuk antar-negara saja. "Setahu saya istilah #Bilateral itu hanya untuk negara...FIFA bukan negara kan?..wallahualam," cuit Fahri sembari mengutip Jokowi.
Kritik yang diberikan Fahri untuk Jokowi ini lantas ditanggapi sejumlah pihak. Salah satunya dari mantan tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang meminta agar Fahri mencari definisi "bilateral" di Kamus Besar Bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum memberi kritik.
"Fahri Hamzah jangan asal kritik. Baca itu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Masa, pengertian bilateral harus jadi masalah?" tutur Ngabalin pada Minggu (3/11). "Gianni Infantino kan Presiden FIFA, jadi pertemuan kedua pimpinan itu namanya pertemuan bilateral, pertemuan antara kedua pihak. Masa, sih, harus dikritik penggunaan kata bilateral?"
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga telah angkat bicara terkait kritik Fahri ini. Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, menjelaskan bahwa secara harfiah, "bilateral" berarti pertemuan antar dua pihak.
"Secara harfiah bilateral diartikan sebagai pertemuan antar-dua pihak," jelas Faizasyah. "Pemaknaannya sudah lintas formal antar-negara."
(wk/Bert)