Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatannya terkait potensi dampak musim hujan yang akan melanda wilayah Jawa Timur dan Bali.
- Ruth Meliana
- Senin, 04 November 2019 - 14:31 WIB
WowKeren - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatannya terkait potensi dampak musim hujan di sejumlah wilayah. Dua wilayah yang mendapatkan peringatan dari BMKG terkait musim hujan Jawa Timur dan Bali.
Kepala Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan jika sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai Senin ini akan mengalami hujan deras disertai dengan angin kencang. Menurut pantauan citra satelit menunjukkan hujan intensitas sedang skala lokal disertai petir dan angin kencang akan terjadi sesaat pada pagi hari di sebagian wilayah di Jawa Timur.
Menurut Teguh, cuaca pada pagi hari terpantau secara umum cerah berawan dan hujan lokal. Kemudian pada sore hari akan mulai berawan dan hujan lokal serta intensitas hujan yang cukup deras.
"Terutama pada sore dan malam hari diperkirakan akan terjadi hujan deras bersifat lokal yang disertai dengan angin kencang," ujar Teguh di Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (4/11). "Sedangkan pada malam hari akan terjadi hujan lokal dengan intensitas hujan yang cukup deras."
Teguh menjelaskan jika pantauan suhu udara di wilayah Jatim berkisar antara 17 sampai dengan 35 derajat Celcius dengan kelembaban udara berkisar 40 sampai dengan 100 persen. "Sedangkan kecepatan angin, diperkirakan akan berembus dari arah Timur menuju ke Tenggara dengan kecepatan antara 5 sampai dengan 30 kilometer per jam," jelas Teguh.
Oleh sebab itu warga Jatim diminta untuk mewaspadai hujan intensitas sedang disertai petir hingga adanya angin kencang. BMKG Juanda juga merilis sejumlah lokasi yang diharapkan dapat waspada terkait perubahan musim ini.
"Waspadai hujan deras disertai angin kencang pagi hari di wilayah atau kabupaten Kediri, Kota Mojokerto, Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo," kata Teguh. "Serta pada malam hari akan meluas di wilayah Tuban, Pulau Bawean, Lamongan, Gresik, Bangkalan dan Sampang."
Sementara itu Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah III Bali, Iman Faturahman mengingatkan potensi bencana yang dapat terjadi di Bali. Iman menjelaskan sebagai besar wilayah Bali sudah diguyur hujan oleh sebab itu masyarakat diminta waspada adanya angin kencang.
"Memang belum merata karena Bali itu posisinya ada di 15 zona musim. Sekarang sudah dimulai dari sebagian zona bagian barat dan Bali bagian tengah. Zona lainnya nanti di bulang Desember," kata Iman saat dihubungi, Minggu (3/11). "Kalau sudah masuk musim pancaroba biasanya angin kencang karena adanya fenomena tekanan rendah dimana daerah wilayah Bali itu mendapatkan panas yang berlebih dibandingkan lainnya."
Warga Bali diminta segera memotong dahan-dahan pohon yang rindang demi menghindari pohon-pohon roboh akibat angin kencang. Tak hanya itu, warga Bali juga diminta mewaspadai adanya longsor dan banjir karena curah air akan cukup besar turun ke bumi.
"Kalau yang sudah rindang (pohon) di potongin. Biasanya rating dan dahan itu bisa patah, bahkan pohon itu bisa roboh," ujar Iman. "Kalau di musim pengujan itu banjir longsor kan jumlah air kan cukup besar. Kalau longsor sendiri dia akan ada lapisan tertentu akan mencapai titik jenuh jumlah airnya. Sehingga di lapisan (tanah) akan mengalami longsor dan juga banjir."
(wk/lian)