Mantan Wagub DKI Sandiaga Uno turut menghadiri acara Jakarta Halal Things 2019, Senayan City, Jakarta Selatan pada Minggu (8/12). Dalam acara tersebut, Sandi turut menyoroti industri halal yang ada di Indonesia.
- Nidya Putri
- Senin, 09 Desember 2019 - 12:16 WIB
WowKeren - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyoroti industri halal yang ada di Indonesia. Menurutnya, saat ini industri halal tersebut telah berkembang pesat jika dibandingkan dengan yang dulu.
Menurut Sandi, industri halal hanya sekedar urusan sertifikasi. Hal ini disampaikannya dalam acara Jakarta Halal Things 2019, Senayan City, Jakarta Selatan.
"Besar sekali perubahannya. Pertama kalau kita lihat dulu orang ngomong industri halal itu mentoknya di sertifikasi saja, di labelnya saja," ujar Sandi, Minggu (8/12). "Kalau sekarang, dengan adanya digital economic 4.0 kita bicara mengenai ekosistem."
Sandi menambahkan jika industri halal tak hanya soal sertifikasi dan label, tetapi juga rantai pasokan dari produksi, logistik, hingga pemasaran. "Ini kita baru di awal banget," ungkapnya.
"Kalau kita lihat ini potensinya luar biasa, tapi ya alhamdulillah sudah sampai sekarang ini," sambungnya. "Saya melihat justru tahun-tahun ke depan bergulirnya akan semakin heboh, semakin hebring ya."
Sandi menilai jika ada sejumlah faktor yang menyebakan Indonesia hanya menjadi konsumen produk halal tapi tidak memproduksi produk halalnya sendiri. Ia pun mengatakan perlu adanya kolaborasi dengan negara-negara lain seperti Malayasia dengan target pasar tetap berada di Indonesia.
"Saya nggak mau fokus di negatif dan terus membawa pesimisme" terang Sandi. "Kenapa ya, kita salah apa ya, kok kita kalah, kok kita populasinya terbesar, tapi juga terbesar pengimpor produk-produk halal gitu."
"Saya melihat ada beberapa isunya. Pertama adalah edukasinya. Kalau di sana (Malaysia) ada diploma, kita harus buat juga yang sama, halal academy. Jadi apa yang menjadi potensi diedukasikan ke masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin juga turut terkejut dengan fakta yang menyatakan jika eksportir produk halal terbesar adalah Brazil dan Australia. Sedangkan Indonesia yang memiliki penduduk mayoritas muslim justru kalah dari kedua negara tersebut.
"Ternyata kita paling besar konsumen (produk) halal. 10 persen konsumen halal itu Indonesia. Tapi bukan produsen halal," kata Ma'ruf saat membuka Musyawarah Kerja Nasional Rabithah Alawiyah 2019 di Crowne Plaza Hotel, Jakarta pada Jumat (6/12) lalu. "Paling besar Brazil, kedua Australia. Keduanya bukan negara (dengan) penduduk Islam (terbesar)."
(wk/nidy)