Eks Menkominfo Rudiantara Jadi Bos PLN, Langsung Diwarisi Tugas Berat Ini
Nasional

Presiden Jokowi sebagai bagian dari TPA telah memutuskan untuk menunjuk eks Menkominfo Rudiantara sebagai Dirut PLN. Sederet tugas berat pun harus langsung Rudiantara emban bila telah diresmikan sebagai bos PLN.

WowKeren - Perihal penunjukan mantan Menkominfo Rudiantara sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) telah menemui titik terang. Sebagaimana disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Presiden Joko Widodo dikabarkan telah menunjuk Rudiantara untuk menjadi orang nomor satu di PLN.

"Ya, Pak Erick juga sudah sampaikan. Pak Rudi yang terbaik," kata Arya, seperti dilansir CNN Indonesia, Senin (9/12). Dengan demikian, Rudiantara sedianya akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Sofyan Basir kala terjerat kasus suap PLTU Riau-1 itu.

Lebih spesifik Arya menyebut sejatinya ada tiga nama yang disampaikan kepada Tim Penilai Akhir (TPA). Dua di antaranya adalah Rudiantara dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani.

"Satu lagi bukan internal," jelas Arya, merujuk pada nama ketiga yang relatif kurang dikenal publik. "Yang terbaik ya dengan kondisi sekarang Pak Rudiantara."

Lantas apa alasan pemerintah lebih memilih Rudiantara untuk menjadi bos PLN? Rupanya ada tugas berat yang harus segera diselesaikan Rudiantara bila sudah diresmikan menjadi Dirut PLN.


Tugas berat itu adalah menuntaskan mega proyek 35 ribu megawatt (MW) serta efisiensi dengan mengurangi impor solar untuk memusnahkan pembangkit diesel. "Semuanya yang capable saat ini, untuk itu, Rudiantara," ujar Arya, dilansir CNBC Indonesia.

Untuk nasib Sripeni ke depan di PLN, Arya mengaku kurang tahu. Namun demikian, untuk resminya Rudiantara menjabat sebagai Dirut PLN, akan diputuskan dalam RUPS.

"Tapi pastinya Pak Rudiantara sudah sesuai dengan TPA, menteri teknis, menteri BUMN dan Pak Jokowi sudah putuskan," pungkasnya. "Tinggal RUPS saja."

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. Arifin membenarkan bahwa mega proyek 35 ribu MW merupakan tanggung jawab prioritas Rudiantara.

Selain itu urusan energi baru terbarukan (EBT) juga harus menjadi perhatian Rudiantara. Namun demikian Arifin tak berkomentar banyak soal masalah iuran listrik.

"Nggak kita mau bahas dulu. Ya kita lihat inilah urgensinya," ujar Arifin. "Masih banyak hal lain yang lebih urgent."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts