Perkuat Sistem Peringatan Tsunami, Pemerintah Pasang 280 Stasiun Pasut di Seluruh Indonesia
Nasional

Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan bahwa saat ini sudah terpasang 160 stasiun pasang surut. Ditargetkan sudah ada 280 unit pada 2024 nanti.

WowKeren - Daerah Indonesia yang dikelilingi oleh lautan tak lepas dari risiko ancaman bencana alam berupa tsunami dan gempa bumi. Untuk meminimalisir jatuhnya korban, pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan peringatan dini tsunami.

Badan Informasi Geospasial berencana untuk memasang 280 stasiun pasang surut di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperkuat sistem peringatan dini tsunami.

Kepala BIG Hasanuddin Zainal Abidin mengatakan bahwa sampai saat ini, pemerintah sudah memasang sebanyak 160 unit pasang surut di seluruh Tanah Air. Jumlah ini akan ditambah sebanyak 120 unit hingga 2024 nanti.

"Saat ini sudah ada 160 unit stasiun pasang surut di seluruh Indonesia," kata Zainal di Ambon, Rabu (11/12). "Dan akan ditambah 120 unit baru sehingga menjadi 280 unit di akhir tahun 2024."


Adapun keberadaan Zainal di Ambon adalah dalam rangka untuk meresmikan lima unit stasiun pasang surut di Maluku yang dipusatkan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Eri, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Tak sendiri, ia bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Menurutnya, stasiun pasut yang dipasang di Maluku berupa alat pendeteksi tsunami tide gauge. Alat tersebut berfungsi untuk mengukur elevasi muka air. Piranti itu juga dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS) yang berfungsi untuk mengukur posisi pergerakan tanah.

Zainal menegaskan bahwa tide gauge tak hanya berfungsi sebagai alat peringatan dini tsunami, namun juga memiliki kegunaan lain. Alat ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana navigasi oleh Perhubungan Laut, pemetaan laut oleh TNI Angkatan Laut, serta perubahan iklim. "Namun dalam konteks bencana tsunami tide gauge ini bisa menjadi validator ada tidaknya tsunami setelah terjadi gempa," imbuh Zainal.

Ia menyebutkan bahwa di negara yang rawan gempa seperti Jepang sudah memiliki sebanyak 1.400 stasiun pasang surut. Oleh sebab itu, ia berharap Indonesia ke depannya bisa memiliki yang lebih banyak dari itu. "Kalo kita (Indonesia) perlu 2.000 unit," katanya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait