Dilaporkan Politikus PDIP ke Polisi, Andi Arief Sebut Henry Sisa Feodalisme
Nasional

Meski dilaporkan ke polisi, namun Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengaku tidak akan melapor balik politikus Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDIP) yang telah mempolisikannya.

WowKeren - Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut politikus PDIP Henry Yosodiningrat sebagai sisa-sisa feodalisme. Penilaian tersebut menanggapi Henry yang melaporkan dirinya dan Rocky Gerung ke pihak kepolisian. Andi melihat Henry bukan seseorang yang terbuka dalam menerima kritik.

"Pelaporan sejenis laporan Henry Yoso ini bisa saya pahami," kata Andi dilansir CNN Indonesia, Jumat (13/12). "Inilah gambaran sisa-sisa feodalisme yang tersisa dari masyarakat kita. Ego, keakuan, tidak mau dikritik adalah ciri-cirinya. Paradoks dalam demokrasi kita."

Meski demikian, politikus Partai Demokrat tersebut mengaku tidak berencana untuk melapor balik. Dia mengaku sanak keluarga khawatir karena Henry mengancam bakal memukuli Andi di depan anak dan istri. Kecemasan keluarganya itu tak lepas dari fakta Henry pernah menjadi narapidana kasus menghilangkan nyawa orang lain.

"Bagi keluarga saya itu serius," lanjut Andi. "Karena Henry Yoso ini pernah menjadi narapidana atas kasus menghilangkan nyawa orang lain."


Perseteruan ini bermula ketika aktivis Rocky Gerung menyebut Presiden Joko Widodo alias Jokowi tak paham Pancasila. Henry yang merupakan politikus PDIP tidak terima dengan tudingan tersebut hingga melaporkan Rocky ke polisi.

Sayangnya, laporan tersebut ditolak. Andi pun angkat suara menanggapi hal ini. Ia menyebut bahwa PDIP saat ini sudah dikuasai oleh kelompok yang mengedepankan otot seperti Henry. Tak cukup sampai di situ, Rocky pun menyebut Henry dungu tak lama setelah laporan Henry ditolak kepolisian.

Lalu, beredar video di media sosial tentang pernyataan Henry dalam suatu acara. Ia mengatakan bakal memukuli orang yang menyebutnya sekadar mengedepankan otak. Meski demikian, Andi tak gentar menanggapi video tersebut.

"Saya tidak ahli baku hantam, tapi saya menanti kedatangan Henri Yosodiningrat yang mengancam akan menggebuk saya di depan anak istri. Kabarkan saja jam berapa," cuit Andi di akunnya pada Selasa (10/12). "Saya tunggu. Saya tidak akan lapor polisi.

" (wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!