Banjir Telan Korban Jiwa, Walhi Harap Kampanye 'Riau Green' Tak Sebatas Slogan
Nasional

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Riko Kurniawan, mengatakan bahwa banjir tahunan yang terjadi disebabkan karena rusaknya daerah tangkapan air di sekitar sungai.

WowKeren - Banjir bandang yang terjadi di Provinsi Riau menimbulkan korban jiwa. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) pun menyoroti Gubernur Riau Syamsuar yang mengkampanyekan 'Riau Green'.

Direktur Walhi Riau, Riko Kurniawan berharap agar kampanye tersebut tak hanya menjadi sebatas slogan saja. Ia meminta agar Syamsuar tidak menganggap remeh kasus banjir yang ada di wilayahnya.

"Tapi kita berharap tak hanya sekedar slogan saja, harus ada bukti nyata lewat program-program ril," kata Riko dilansir Detik, Jumat (13/12). "Bukan hanya sekedar retorika semata. Belum genap setahun menjabat, dalam kasus banjir ini sudah 2 nyawa manusia melayang. Gubernur Riau harus lihat fakta ini."

Riko mengatakan bahwa banjir tahunan yang terjadi disebabkan karena rusaknya daerah tangkapan air di sekitar sungai. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah agar bisa menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan. Selain banjir, Riko juga menyinggung masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang juga rawan terjadi di musim kemarau.


"Setiap musim penghujan maka banjir dan sekarang dua nyawa balita melayang di Riau," lanjutnya. "Saat musim kemarau, maka kebakaran hutan pun terjadi. Inilah siklus tahunan yang selalu dihadapi masyarakat."

Riko menilai bahwa hutan alam yang dulunya hijau di bantaran sungai dan bagian hulu, sudah beralihfungsi menjadi perkebunan sawit hingga serta pemukiman penduduk. Alhasil, daerah yang merupakan kawasan tangkapan air menjadi rusak.

"Kawasan konservasi di Riau, seperti Bukit Rimbang Baling di Kabupaten Kuasing sudah banyak dijarah kayunya," jelas Riko. "Hutan lindung Mahato, di Rohul juga sudah jadi pemukiman dan kebun sawit."

Ia juga menambahkan bahwa banjir tahunan kian diperparah dengan kondisi kawasan gambut sebagai resapan air yang sudah banyak jadi hutan tanaman industri dan kebun sawit. Akibat dari deforestasi berlebihan ini lah yang pada akhirnya kembali ke manusia.

"Sudah tidak ada keseimbangan alam lagi," lanjut Riko. "Imbasnya, kita sendiri yang merasakannya akibat deforestasi secara signifikan di Riau."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait