Tak Terima Rumah Dilabeli 'Keluarga Miskin', Warga Penerima Program PKH Protes
Nasional

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengatakan bahwa pemberian label tersebut dilakukan bukan tanpa tujuan, namun sebagai langkah identifikasi penerima yang tidak tepat sasaran.

WowKeren - Warga Lumajang, Jawa Timur, melayangkan protes terkait Program Keluarga Harapan. Pasalnya, setiap Keluarga Penerima manfaat (KPM) PKH akan diberi label bertuliskan "Keluarga Miskin" di rumahnya. Kebijakan ini dinilai tidak etis. Keluhan tersebut dituliskan warga melalui kolom pengaduan Lumajang yang ada di media sosial.

"Saran. Jika ingin menumbuhkan rasa malu yang tidak memalukan. Jangan pakai label ‘miskin’. Lebih bijak menggunakan frasa ‘pra sejahtera’ atau ‘keluarga penerima bantuan PKH’," tulis salah seorang pengguna medsos seperti dilansir Kumparan, Jumat (13/12). "Itu sudah cukup. Lebih bener dan pener. Selanjutnya yang lebih urgent adalah perbaikan internal."

Sejumlah warga juga ada yang menyarankan jika tidak perlu dilakukan labelisasi pada rumah keluarga penerima bantuan. Bupati Lumajang, Thoriqul Haq akhirnya angkat bicara menanggapi hal ini.


Ia mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah sudi menuliskan keluh kesahnya. "Sebagai saran saya sampaikan terima kasih. Berikutnya yang akan kami prioritaskan adalah lebelisasi bagi keluarga mampu yang terdata sebagai penerima PKH," kata Thoriqul masih dilansir Kumparan.

Lebih lanjut, Thoriqul menjelaskan bahwa pemberian label ini bukanlah tanpa tujuan. Labelisasi dilakukan sebagai langkah identifikasi penerima yang tidak tepat sasaran. Sehingga jika memang warga yang menerima bantuan tersebut tergolong mampu, maka akan segera mengundurkan diri karena merasa malu.

"Apa ada cara lain? Iya ada, melalui sensus ulang," lanjut Thoriqul. "Melalui mekanisme yang di atur kementerian sosial. Dan itu butuh waktu yang tidak bisa dalam waktu cepat."

Adapun pemberian label ini boleh dibilang berbuah hasil. Hal itu terlihat dari laporan yang mencatat ada setidaknya 1.041 KPM PKH yang telah mengundurkan diri. Adapun dari warga yang mengundurkan diri, mengungkapkan alasan bahwa keluarganya sudah mampu dan rumahnya tidak mau diberi label.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait