Demo Soal Kasus Sukmawati, PA 212 Justru Tuntut Video Ahok di Penjara
Nasional
Kontroversi Pernyataan Sukmawati

Jubir PA 212, Novel Bamukmin, menyebut massa tidak percaya Ahok benar-benar dipenjara usai didakwa bersalah dalam kasus penistaan agama 2017 lalu. Namun hal ini justru dibahas ketika ia berdemo soal kasus Sukmawati.

WowKeren - Beberapa waktu terakhir Indnonesia dibuat geger dengan berita soal penodaan agama yang melibatkan dua nama besar. Yakni Sukmawati Soekarnoputri dan Gus Muwafiq.

Sebagai pengingat, Sukmawati diperkarakan usai dianggap membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden ke-1 RI Ir Soekarno. Sedangkan Gus Muwafiq dinilai telah menghina masa kecil Nabi Muhammad SAW.


Keduanya pun dilaporkan ke polisi oleh sejumlah pihak, salah satunya perwakilan Persaudaraan Alumni 212. Namun diketahui sampai kini kasus masih bergulir dan kedua terlapor juga belum diberi tindakan apapun.

Hal inilah yang membuat PA 212 lantas menggelar aksi massa di depan Mabes Polri. Mereka menuntut agar polisi tak kehilangan integritas dan terus mengusut kasus dugaan penistaan agama oleh dua terlapor itu sampai tuntas.

Namun ada yang menarik perhatian dalam orasi yang disampaikan Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin. Pasalnya Novel justru menyinggung kembali kasus penistaan agama yang menjerat Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Saat berorasi, entah bagaimana kronologinya, Novel justru "melenceng" dan membahas ketidakpercayaan massa akan hukuman penjara yang diterima Ahok. Seperti diketahui, Ahok memang ditahan di Rutan Mako Brimob alih-alih di lembaga permasyarakatan tertentu.

"Kita enggak tahu dia di dalam penjara atau tidak? Saya minta rekamannya Ahok di dalam tahanan. Betul nggak?" katanya berorasi di Aksi Bela Agama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (13/12). Orasi Novel ini pun langsung diiyakan secara serempak oleh massa.

Tak main-main, Novel bahkan mendesak agar pihak kepolisian menunjukkan video yang menunjukkan aktivitas Ahok di balik jeruji tahanan. Kalau perlu rekaman itu disebarluaskan secepatnya kepada publik.

"Kita minta (dalam) 1x24 jam minta tayangkan video Ahok dalam tahanan," tuntut Novel, dikutip dari CNN Indonesia. "Sampai saat ini saya belum pernah lihat."

Selain itu, Novel pun membahas soal "mahalnya" harga yang harus diperjuangkan demi menjebloskan Ahok ke balik jeruji. "Kemarin kalau Ahok lima tahun dipenjara mereka pasti jera. Ahok saja mahal, kita demo berjilid-jilid sampai tujuh juta orang. Baru mereka dengerin kita penjarakan. Luar biasa itu," seru Novel.

You can share this post!

Related Posts