2 Pesawat Garuda Indonesia Nyaris Tabrakan di Bandara Soetta, Pilot Kelelahan Karena Overwork?
Nasional

2 pesawat Garuda diketahui nyaris bertabrakan di salah satu penghubung landasan pacu dengan apron atau taxiway di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (12/12).

WowKeren - Maskapai Garuda Indonesia kembali mengalami insiden yang tak mengenakan. 2 pesawat Garuda diketahui nyaris bertabrakan di salah satu penghubung landasan pacu dengan apron atau taxiway di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (12/12).

Insiden antara pesawat Garuda bernomor GA649 rute Ternate-Bandara Soetta dengan pesawat Garuda GA246 rute Bandara Soetta-Banyuwangi tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Kala itu, pesawat GA649 baru saja mendarat, sedangkan pesawat GA246 hendak lepas landas.


Menurut Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soetta, Herson, pilot pesawat GA649 yang baru saja mendarat disinyalir tak paham arahan Air Traffic Controller (ATC). Herson juga menyebut bahwa sang pilot diduga kelelahan.

"Pesawat yang baru landing yang salah, tidak mendengar perintah tower (ATC), diduga karena kelelahan," tutur Herson dilansir IDN Times pada Sabtu (14/12). "Tetapi itu tidak mengganggu penerbangan yang lain, pesawat GA649 asal Ternate akhirnya di-towing keluar dari taxiway untuk menuju apron."

Kala insiden tersebut terjadi, posisi kedua pesawat sudah saling berhadapan. Namun, Herson mengaku tabrakan dapat dihindari lantaran kedua pesawat sama-sama berjalan pelan.

"Sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, saat ini sedang dilakukan investigasi terhadap kejadian ini," jelas Herson. "Sesudah ditarik mundur pesawatnya (GA649), semua normal kembali."

Video kedua pesawat Garuda yang saling berhadapan ini pun viral di media sosial. Salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @fokustng.

Insiden ini lantas dikomentari oleh pengamat penerbangan sekaligus anggota Ombudsman, Alvin Lie. Menurut Alvin, insiden tersebut bisa disebabkan oleh 2 hal, salah satunya adalah overwork pilot.

"Ada dua kemungkinan, apakah overtime, dia terlalu capek," tutur Alvin dilansir Kompas.com. "Ataukah ada keperluan lain."

Alvin lantas menuturkan bahwa dugaan overwork ini harus diselidiki lebih mendalam. "Ini yang harus diperiksa, sehari dia sudah bekerja berapa jam, sebelum penerbangan dia istirahat berapa jam, ini perlu diinvestigasi," pungkas Alvin.

You can share this post!

Related Posts