Demo Hongkong Buat Banyak Pasangan Kekasih Di Sana Putus, Kenapa?
Nasional

Demo Hong Kong yang sudah terjadi berbulan-bulan lamanya ternyata menyebabkan banyak pasangan kekasih di sana mendadak mengakhiri hubungannya. Hal ini terjadi karena alasan berikut.

WowKeren - Demo Hong Kong yang saat ini masih bergulir ternyata tak hanya berpengaruh pada kondisi politik dan ekonomi. Pasalnya, South China Morning Post baru-baru ini melaporkan bahwa demonstrasi tersebut juga berdampak pada hubungan percintaan warga Hong Kong.

Diketahui, banyak pasangan kekasih di Hong Kong putus karena perbedaan pandangan politik mereka dalam aksi protes di Hong Kong. Salah satunya adalah Joe yang senang ketika dia memiliki kencan pertama pada akhir Agustus setelah bujang selama dua tahun.

Joe dan kekasihnya bertemu lewat aplikasi kencan Bumble dan menjalin hubungan baik sampai mereka berjanji menjalin hubungan yang lebih serius. Namun, dalam beberapa minggu, kehidupan romansa mereka pun kandas karena kekasihnya itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.

Meskipun kecewa, Joe (bukan nama sebenarnya) menduga hal itu terjadi karena dia telah mengungkapkan bahwa dia anti-polisi dan kelompok Pita Kuning, sebuah lambang gerakan pendemo pro-demokrasi. Mereka bertentangan dengan pendukung pro-Beijing yang dikenal Pita Biru. "Saya tidak pernah berpikir bahwa pandangan politik saya akan menghalangi kehidupan berkencan saya," katanya yang dilansir South China Morning Post pada Sabtu (14/12).


Gerakan anti-pemerintah Hong Kong yang sekarang memasuki bulan ketujuh ini membuat para lajang yang mencari kencan online menyatakan pandangan politik mereka. Beberapa menyatakan bahwa mereka tidak tertarik pada orang-orang dari kubu yang berlawanan.

Kini, frasa seperti "Tidak ada pita biru" atau "Tidak ada pita kuning" adalah umum pada profil aplikasi kencan di sana. "Saya merasa bahwa mengungkapkan sikap politik Anda telah menjadi keharusan di aplikasi ini," kata Joe.

Hal tersebut telah berlangsung di antara pengguna platform kencan seperti Tinder, OkCupid dan Coffee Meets Bagel. Sementara itu, menurut sebuah survey, ditemukan bahwa empat dari 10 warga negara Hong Kong menggunakan aplikasi kencan online.

Fenomena ini pun membuat Biro jodoh Yubi Wong Ka-yu, pendiri HK Romance Dating, yang membantu orang bertemu langsung tanpa aplikasi kencan khawatir. "Orang-orang bisa menjadi kurang waspada ketika seseorang yang mengaku berada di pihak yang sama secara politis mendekati mereka," katanya.

Yubi Wong pun memperkirakan sekitar 10 persen kliennya sekarang meminta untuk memeriksa orang-orang dari kubu politik Hong Kong yang berlawanan. Menurutnya, fenomena ini dulunya tidak terjadi di tengah masyarakat Hong Kong. "Menyatakan pandangan politik dulu jarang di dunia kencan. Sangat sedikit orang Hong Kong yang biasa menanyakan hal itu," ungkapnya.

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait