Jokowi Ambisius Pasang Target Ekspor Mobil Hingga 1 Juta Unit, Ini Reaksi Produsen
Nasional

Target ekspor 1 juta unit mobil itu disampaikan Jokowi dalam acara ekspor perdana mobil pikup produk Isuzu Traga di pabrik Isuzu Karawang Plant, Jawa Barat, pada Kamis (12/12) pekan lalu.

WowKeren - Para pengusaha otomotif nasional mendapat PR dari Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan ekspor. Tak tanggung-tanggung, Jokowi menetapkan target ekspor otomotif hingga 1 juta unit pada 2024.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara ekspor perdana mobil pikup produk Isuzu Traga di pabrik Isuzu Karawang Plant, Jawa Barat, pada Kamis (12/12). Presiden Direktur PT Astra International Prijono Sugiarto melaporkan pada Jokowi bahwa ekspor otomotif saat ini telah mencapai 300 ribu unit.

"Sehingga saya tadi bisik-bisik ke Pak Prijono, Pak ekspor otomotif kita ini sampai sekarang kurang lebih 300 ribu unit," tutur sang Presiden. "Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, 2024 minimal 1 juta (unit) harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana, enggak mau tahu."

Menanggapi pernyataan ambisius sang Presiden, produsen otomotif dalam negeri pun buka suara. Menurut salah satu produsen otomotif dalam negeri, keinginan Jokowi itu bisa saja masuk akal, tergantung dari upaya pemerintah juga.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menjelaskan bahwa produsen butuh berbagai dukungan pemerintah untuuk menggemukkan pasar ekspor. Pemerintah disebutnya harus memperluas perjanjian perdagangan bebas hingga kerjasama bilateral dan multilateral dengan negara-negara yang belum terjamah.


"Ya memperluas FTA, MRA mutual recognition agreement serta kerjasama bilateral dan multilateral lainnya," tutur Bob dilansir CNN Indonesia pada Selasa (17/12). Bob sendiri belum bisa memastikan kontribusi Toyota apabila target Jokowi tersebut terpenuhi.

Bob sendiri menilai bahwa situasi perekonomian global serta peta industri otomotif dalam negeri masih "terpuruk". Namun, Bob memastikan bahwa Toyota mendukung ambisi Jokowi tersebut.

"Apalagi saat ini sedang anomali perekonomian dunia karena perang dagang AS-China," ujar Bob. "Selain itu juga domestic market masih stagnan dalam tiga tahun terakhir."

Sementara itu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto, menilai bahwa target Jokowi tersebut bisa saja diwujudkan asal Agen Pemegang Merek (APM) memberi restu melalui prinsipal. Jongkie menyebut bahwa ujung tombak ekspor produsen ada di tangan prinsipal masing-masing produsen. "Karena ekspor kan dikendalikan para prinsipal masing-masing," ujarnya.

Selain itu, Jongkie juga menyebut bahwa peningkatan ekspor juga tergantung pada kesanggupan produsen Indonesia dalam menyesuaikan produk dengan keinginan pasar global. "Ya mengikuti kemauan negara tujuan ekspor, lebih banyak jenis sedan dan SUV," pungkas Jongkie.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait