FPI Usai Penghargaan Colosseum Dicabut: Semoga Pak Anies Tetap Istiqomah
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Sekretaris DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman sangat mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah mencabut penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk diskotek Colosseum.

WowKeren - Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada diskotek Colosseum menuai polemik. Hal ini lantaran pernah ditemukan pengguna narkoba dalam diskotek tersebut.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta pun memutuskan untuk membatalkan pemberian penghargaan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Sekda Provinsi DKI Jakarta Saefullah, di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Senin (16/12).

Mendengar kabar tersebut, Sekretaris DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman pun mendukung langkah itu. "Alhamdulillah, tentu kita apresiasi langkah pencabutan tersebut," kata Munarman melalui keterangan tertulis pada Selasa (17/12).

Dengan dicabutnya penghargaan tersebut, Munarman menganggap jika Gubernur Anies Baswedan telah mengakomodasi aspirasi umat beragama. "Semoga pak Anies tetap Istiqomah berada di jalan yang di ridhoi Allah. Dan semoga tetap dalam barisan kaum nalar akal sehat dalam memimpin jakarta," kata Munarman.


Pencabutan tersebut dianggap telah membuktikan bahwa DKI merupakan ibu kota yang mencerminkan prinsip Trisakti Bung Karno, yakni berkepribadian dalam budaya, berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi. Munarman menuturkan bahwa arti berkepribadian budaya yakni perlu dikembangkan dan dipromosikannya budaya asli, bukan budaya yang ditampilkan tempat hiburan malam seperti yang terjadi di Colosseum.

Selain itu, Munarman juga menuturkan bahwa masih banyak budaya dan pariwisata di DKI Jakarta yang bisa dikembangkan dari pada tempat seperi diskotek Colosseum. "Masih banyak potensi budaya dan pariwisata di DKI Jakarta yang bisa dikembangkan dari pada sekedar hiburan malam dan hura hura," ujar Munarman.

Dalam memberikan penghargaan, Munarman mengatakan bahwa seharusnya pemerintah tidak hanya berorientasi pada penerimaan asli daerah dan ekonomi saja. "Tidak ada gunanya PAD tinggi, tapi tidak berkah," tuturnya.

Ia kemudian menyarankan Anies agar terus membangun komunikasi dan berkonsultasi kepada para ulama di ibu kota dalam mengembangkan kebijakan di DKI. "Agar keberkahan turun dari Allah," kata Munarman saat diwawancarai.

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait