Wakil presiden Ma'ruf Amin menyebut bahwa pemerintah akan melakukan upaya untuk mendongkrak perekonomian di Indonesia agar lebih baik lagi misalnya dengan menyederhanakan regulasi.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 17 Desember 2019 - 15:40 WIB
WowKeren - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin berbicara mengenai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia ke depan. Menurutnya, tantangan tersebut cukup berat akibat kondisi dinamika global.
Kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu sedikit banyak berpengaruh pada perekonomian dalam negeri. Gejolak ekonomi global terjadi misalnya karena adanya perang dingin yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok maupun geopolitik di luar.
Sementara di dalam negeri sendiri, kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indonesia masih terbilang cukup rendah. Selain itu, data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki pendapatan menengah ke bawah atau low middle income. Kondisi ini menyebabkan Indonesia tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura.
"Kualitas SDM masih terbilang rendah," kata Ma'ruf seperti dilansir CNBC Indonesia, Selasa (17/12). "Data Bank Dunia terkait Human Capital Index, Indonesia termasuk low middle income dan tertinggal dibanding Singapura, Korea, dan Jepang."
Tak hanya itu, Ma'ruf juga menyoroti kondisi kemiskinan di Indonesia yang masih cukup tinggi. Permasalahan belum selesai sampai di situ, masyarakat juga dianggap, masih memiliki tingkat ketergantungan terhadap impor yang cukup tinggi pula. "Kemudian ketiga, tingginya angka ketimpangan dan kemiskinan. Ketergantungan terhadap impor," tambah Ma'ruf.
Oleh sebab itu, pemerintah akan melakukan upaya untuk mendongkrak perekonomian di Indonesia agar lebih baik lagi. Sejumlah cara bisa dilakukan misalnya dengan menggenjot investasi dan ekspor. Untuk mendukung iklim investasi, pemerintah akan menyederhanakan sejumlah regulasi. "Di antaranya melalui penyederhanaan sejumlah regulasi melalui Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja," jelas Ma'ruf.
Tak hanya itu, Ma'ruf pun juga membidik pengembangan ekonomi syariah. Nantinya, pemerintah akan fokus pada empat hal untuk mengembangkan ekonomi tersebut. "Pengembangan ekonomi syariah fokus pada empat hal. Pengembangan, perluasan produk halal, industri keuangan syariah, dana sosial atau social fund dan usaha syariah," tegas Ma'ruf.
(wk/zodi)