Heboh IKAGI Terbagi 2 Kubu, Ternyata Sudah Dibidik Media Internasional Sejak Agustus?
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Media resmi International Travel Workers' Federation (ITF) rupanya sudah menyoroti soal terbelahnya 2 kubu IKAGI sejak Agustus 2019 lalu. Salah satu kubu disebut mengalami tindakan tidak adil dari maskapai.

WowKeren - Polemik yang bergulir di PT Garuda Indonesia (Persero) masih berlanjut. Mulai dari masalah penyelundupan barang mewah, isu prostitusi dan perselingkuhan, hingga perkara terbelahnya Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia dalam dua kubu.

Bahkan kekinian ada dua pimpinan di IKAGI, yakni kubu Zaenal Muttaqin dan Achmad Haeruman. Sebagai informasi, kubu Zaenal merupakan yang paling vokal menyuarakan berbagai penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara. Sedangkan IKAGI kubu Achmad cenderung kalem dan tidak banyak bersuara di hadapan media.


Salah satu beda pendapat yang sempat ditunjukkan di hadapan publik adalah soal peraturan kerja awak kabin yang sampai 18 jam pulang-pergi. Menurut Zaenal, peraturan itu dibuat oleh direksi era Ari Askhara.

Tuduhan ini pun langsung diluruskan oleh IKAGI kubu Achmad. "Saya sampaikan, (mereka) terkesan kayaknya awak kabin diperas, diperlakukan nggak adil. Kita bingung kayaknya mereka tidak disejahterakan. Itu yang kita luruskan," kata anggota IKAGI pimpinan Achmad, Tomy Tampatty.

Permasalahan IKAGI yang terbelah dalam dua kubu ini rupanya sudah menjadi bidikan media internasional. Media resmi milik International Transport Workers' Federation (ITF) menyebut ada dualisme di IKAGI maskapai pelat merah itu.

Bahkan pernyataan ini telah ITF sampaikan sejak Agustus 2019 lalu. Kala itu ITF memberitakan soal adanya tindakan represi yang dilakukan oleh jajaran direksi Garuda Indonesia terhadap IKAGI. Bahkan sebagai gantinya, jajaran direksi ini membentuk IKAGI "tandingan".

"IKAGI selalu menghadapi praktik eksklusi terus-terusan lewat proses tawar-menawar, sebuah praktik yang sebenarnya ilegal secara hukum Indonesia," tulis ITF di situs resminya, dilansir pada Jumat (27/12). "Malah Garuda memiliki serikat awak pekerja lain yang didominasi pihak-pihak yang mewakili direksi serta para manajer."

Kala itu ITF meminta agar Garuda Indonesia bersikap lebih adil terhadap IKAGI dan serikat pekerja independen lain. Namun melihat peristiwa yang terjadi belakangan ini, tampaknya permintaan ITF belum direalisasikan oleh maskapai.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts