Emil Dardak Akui Beberapa Perusahaan 'Kabur' Dari Jatim Gara-Gara UMK Tinggi
Nasional

Saat ini besaran upah minimum di Provinsi Jawa Timur hampir menyamai UMK DKI Jakarta, yakni berkisar Rp 4,2 juta. Alhasil, beberapa perusahaan pun hengkang dari wilayah tersebut.

WowKeren - Saat ini besaran upah minimum (UMK) di Jawa Timur (Jatim) berkisar pada angka Rp 4,2 juta. Besaran tersebut berlaku terutama di wilayah ring satu yang mencakup Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto. Namun, peningkatan UMK Jatim yang hampir menyamai besaran UMK DKI Jakarta tersebut ternyata mempengaruhi minat perusahaan untuk menjalankan usahanya di sana.

Alhasil, beberapa perusahaan pun hengkang dari wilayah tersebut menyusul kenaikan UMK ini. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pun mengakui hal tersebut. Ia mengatakan bahwa ada beberapa perusahaan yang telah merelokasi perusahaannya ke wilayah lain akibat penetapan upah UMK 2020, contohnya pabrik sarung BHS di Gresik yang memutuskan pindah ke Jawa Tengah.

“Sarung BHS sudah tidak di Gresik lagi, mereka termasuk yang eksodus investasi ke Jawa Tengah," kata Emil saat bertemu dengan sejumlah pimpinan media massa se-Jawa Timur di Hotel Luminor Surabaya pada Kamis (26/12) malam. "Karena sejak jalan tol dibangun, akses ke Jakarta dari Jawa Tengah lebih dekat."

Selain itu, Emil mengatakan jika sebuah pabrik sepatu yang telah beroperasi di Sidoarjo sejak 30 tahun lalu juga mulai membangun pabrik di Vietnam. Menurutnya, berdasarkan keterangan pemilik pabrik, mereka bakal mengalihkan perusahaan tersebut ke Vietnam.

“Saat ini memang belum (pindah), karena secara historis pabrik tersebut punya ikatan kuat dengan Sidoarjo," kata mantan Bupati Trenggalek ini. "Namun saat pekerja di Vietnam sudah semakin pandai, pabrik itu bakal pindah ke sana."


Emil tak memungkiri jika faktor utama beberapa perusahaan hengkang dari Jatim tersebut adalah karena penetapan UMK yang dinilai terlalu tinggi. “Upah buruh di Jawa Timur sudah hampir menyamai Jakarta,” katanya yang dilansir Tempo pada Jumat (27/12).

Kabar baiknya, Emil mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada smelter PT Freeport yang didirikan di Gresik dengan investasi mencapai triliunan rupiah. Selain itu, ada juga pembangunan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban.

Emil mengatakan bahwa peluang investasi lain yang digenjot di Jatim ialah industri kimia dan farmasi. “Industri kimia dan farmasi termasuk yang punya potensi besar di Jawa Timur selain industri makanan dan minuman,” tutur suami Arumi Bachsin itu.

Selain itu, Emil juga mengatakan bahwa pemerintah telah meneken Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019. Aturan tersebut mengatur tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Adanya peraturan diharapkan dapat memicu geliat bisnis baru di Jatim. “Kalau kawasan Bromo-Tengger-Semeru dibangun, setidaknya wilayah Probolinggo, Pasuruan dan Malang Raya akan ikut berkembang,” kata Emil kepada wartawan.

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait