Sebelumnya, staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, mengungkapkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat tersebut tak mempermasalahkan apabila pejabat saat ini enggan bertanggung jawab soal masalah Jiwasraya.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 27 Desember 2019 - 15:58 WIB
WowKeren - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY telah memberikan tanggapan terkait krisis yang tengah dialami oleh Jiwasraya. Menurut staf pribadi SBY, Ossy Dermawan, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut mengaku tak mempermasalahkan apabila pejabat saat ini enggan bertanggung jawab terhadap masalah Jiwasraya.
"Kamis (26/12) SBY menerima sejumlah tamu. Ada yang menyampaikan bahwa sepertinya kasus Jiwasraya mau ditarik mundur ke tahun 2006," ujar Ossy lewat cuitannya, Jumat (27/12). "Dengan tenang SBY menjawab, 'Kalau di negeri ini tak satu pun yang mau bertanggung jawab tentang kasus Jiwasraya, ya salahkan saja masa lalu'."
Menanggapi pernyataan tersebut, pihak Istana pun menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah menyalahkan siapa pun terkait krisis Jiwasraya. "Presiden Jokowi tidak menyalahkan siapa-siapa," terang staf khusus Presiden, Dini Shanti Purwono, dilansir detikcom pada Jumat (27/12).
Menurut Dini, Jokowi hanya menyampaikan bahwa persoalan Jiwasraya telah terjadi sebelum masa kepemimpinannya. Sehingga dibutuhkan waktu untuk menyelesaikan permasalahan Jiwasraya ini.
"Beliau hanya menyampaikan fakta bahwa masalah Jiwasraya sudah terjadi sejak lama," tutur Dini. "Dan bahwa ini adalah masalah yang cukup kompleks dan karenanya membutuhkan waktu untuk penyelesaiannya."
Sebelumnya, Jokowi menyebut masalah Jiwasraya telah berlangsung sejak sepuluh tahun lalu atau di era pemerintahan SBY. "Ini persoalan yang sudah lama sekali 10 tahun yang lalu. Problem ini yang dalam 3 tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini," ujar Jokowi, Rabu (18/12).
Pernyataan Jokowi tersebut membuat sejumlah pihak meradang, terutama Partai Demokrat. Menurut politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean, pernyataan Jokowi itu sebenarnya tidak pantas untuk disebutkan.
"Jadi kalau Pak Jokowi menyampaikan masalah ini sejak zaman SBY, maka tak sepatutnya disampaikan," jelas Ferdinand di Kantor Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/12). "Karena faktanya tidak benar. Sepuluh tahun lalu Jiwasraya membukukan laba bersih yang baik."
(wk/Bert)